Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Ekor, Percakapan Kokpit dan Data Penerbangan Terungkap
- TV ONE NEWS
Jakarta, VIVA Bali –Black Box Pesawat ATR 42-500 akhirnya ditemukan menempel di bagian ekor. Percakapan kokpit dan data penerbangan siap dianalisis, membuka titik terang penyebab kecelakaan.
Setelah empat hari pencarian intensif, black box Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) akhirnya ditemukan di bagian ekor pesawat.
Pesawat ini sebelumnya hilang kontak dan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan sejak Sabtu, 17 Januari 2026.
Penemuan black box ini menjadi titik terang dalam upaya mengungkap penyebab kecelakaan dan kronologi penerbangan terakhir.
Mengutip tvonenews.com, menurut Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, black box telah dilepas dari dudukannya dan sedang dalam proses evakuasi menuju posko utama.
“Alhamdulillah, tim khusus berhasil menemukan black box di bagian ekor pesawat pada pukul 11.00 WITA. Proses penurunan ke posko membutuhkan waktu sekitar tiga jam karena medan yang ekstrem dan kontur pegunungan yang berbahaya,” ujarnya. Rabu, 21 Januari 2026.
Black box, perangkat vital dalam setiap pesawat, merekam data penerbangan dan percakapan di kokpit.
Rekaman ini menjadi kunci bagi tim investigasi untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan insiden, mulai dari kondisi teknis pesawat, cuaca, hingga komunikasi kru saat menghadapi situasi darurat.
Dengan ditemukannya black box, tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) kini memiliki akses langsung untuk menganalisis kronologi kecelakaan secara lengkap.
Sebelumnya, keberadaan black box telah teridentifikasi secara visual.
Namun, upaya pengambilan sempat tertunda karena medan yang terjal, berbahaya, dan cuaca yang tidak bersahabat.
Tim SAR harus menunggu momen aman untuk memastikan perangkat ini bisa diambil tanpa risiko tambahan.
“Kami harus sangat berhati-hati. Medan di sekitar lokasi jatuh pesawat sangat ekstrem, jadi keselamatan tim evakuasi menjadi prioritas,” jelas Kolonel Hadi.
Sejak hilang kontak, tim SAR gabungan dari TNI, Basarnas, dan masyarakat lokal telah bekerja tanpa henti.
Dalam beberapa hari terakhir, sebagian korban berhasil ditemukan, meski proses evakuasi memakan waktu lama karena kontur gunung dan kondisi cuaca ekstrem.