Dukung Pengurangan Sampah Plastik, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kedonganan
- Dok. Humas Cleo/ VIVA Bali
Badung, VIVA Bali –Upaya pengurangan sampah plastik di Bali terus diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.
Ratusan relawan turun langsung membersihkan kawasan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, dalam aksi bersih pantai yang digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pengurangan sampah plastik di Pulau Dewata.
Kegiatan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Bali serta Gerakan Bali Bersih Sampah yang mendorong pembatasan plastik sekali pakai, termasuk pengurangan air minum dalam kemasan berukuran kecil.
Selama ini, kemasan ini menjadi salah satu penyumbang sampah plastik di kawasan wisata dan pesisir.
Aksi bersih pantai ini digelar Sabtu, 10 Januari 2026, melibatkan lebih dari 500 relawan bersama komunitas peduli lingkungan bendega.
Para relawan mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari kemasan plastik sekali pakai hingga limbah lainnya yang berpotensi mencemari ekosistem laut dan pesisir.
Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo), Melisa Patricia yang hadir langsung dalam acara ini menyebut pengurangan sampah plastik membutuhkan peran bersama dari berbagai pihak.
Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kedonganan
- Dok. Humas Cleo/ VIVA Bali
“Menjaga lingkungan Bali tetap bersih dan lestari bukan hanya atanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat dan dunia usaha. Dukungan terhadap kebijakan pengurangan sampah plastik perlu diwujudukan melalui aksi nyata di lapangan,” ungkap Melisa dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id.
Selain aksi bersih pantai, Cleo juga memperkenalkan kemasan air minum berukuran 1 liter yang dinilai selaras dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembatasan air minum dalam kemasan di bawah 1 liter.
Kebijakan ini bertujuan menekan timbulan sampah plastik kecil yang sulit dikelola.
“Melalui inisiatif ini, Cleo menyatakan komitmennya untuk menyesuaikan inovasi produk dengan arah kebijakan lingkungan daerah,” kata Melisa.
Perusahaan menilai, lanjut Melisa, bahwa perubahan pola konsumsi termasuk pemilihan kemasan yang lebih bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam upaya jangka panjang pengurangan sampah plastik.
Cleo juga menyampai komitmennya dalam pengelolaan sampah plastik melalui skema daur ulang.
Perusahaan mencatat sampai Oktober 2025 telah menyerap dan mendaur ulang sekitar 3.000 ton sampah plastik.