Salah Artikan Keramahan Bidan N, Oknum Kadus A di Alasrejo Malah Berbuat Cabul
- Istimewa
Banyuwangi, VIVA Bali –Sebelum peristiwa dugaan pelecehan seksualitas yang dialami seorang Bidan di Kecamatan Wongsorejo terjadi, pelaku yang juga kenal dengan korban diduga acap kali melakukan pelecehan seksualitas secara verbal pada korban, N.
“Saya kenal dengan pelaku karena saya sering bertemu dalam sebuah kegiatan posyandu di Kantor Desa Alasrejo,” ujar korban dugaan pelecehan seksualitas, N.
Sikap ramah yang ditunjukkan N ternyata ditanggapi lain oleh Oknum Kepala Dusun (Kadus) A di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Oknum Kadus A tersebut beranggapan jika Bidan N memiliki rasa lebih pada pelaku dan rela dilecehkan hingga Bidan N bersikap ramah.
Padahal sikap yang ditunjukan Bidan N hanyalah sebuah bentuk penghargaan serta penghormatan pada Oknum Kadus A tersebut.
“Kalau ngobrol dengan saya selalu seperti itu (pelecehan seksulitas secara verbal) tapi saya abaikan bahkan langsung saya tinggal pergi,” tutur Bidan N pada VIVA News.
Namun sikap penolakan atas aksi pelecehan secara verbal yang dilakukan Oknum Kadus A tersebut tidak membuat jera dan malah membuat Oknum Kadus A tersebut semakin menjadi-jadi sikap cabulnya.
“Jika habis terima gaji atau pas baru saja dapat rejeki, pelaku sering kali bilang gini ke saya: Saya punya uang banyak, ayo kalau mau jalan-jalan ke selatan (Pusat kota Banyuwangi),” kata Bidan N menirukan ucapan Oknum Kadus tersebut.
Sikap dan cara komunikasi yang dilakukan Oknum Kadus A tersebut sangat bertolak belakang dengan tanggapan pada diri Bidan N.
“Saya menyesalkan sekali kenapa sikap pejabat kok kayak gitu. Tapi saya tetap menghargai selama yang bersangkutan masih sopan tapi jika tidak, langsung saya tinggal pergi,” jelas Bidan N.
Sebelumnya, Bidan N menjadi korban dugaan pelecehan seksualitas oleh Oknum Kadus A saat mengendarai motor seorang diri di sebuah jalan desa di Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Senin, 5 Januari 2026.
Pelaku dugaan pencabulan yang merupakan Oknum Kadus A tersebut tiba-tiba mendekati korban dan meremas paha bagian dalam serta mengelusnya ke depan.