Kemkomdigi Bakal Terapkan Registrasi SIM Biometrik, Lindungi Privasi Digital Pengguna
- Freepik
Jakarta, VIVA Bali –Kemkomdigi bakal terapkan registrasi SIM pakai data biometrik, langkah ini untuk tingkatkan keamanan layanan digital, lindungi privasi pengguna, dan cegah penyalahgunaan nomor seluler.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan persiapan kebijakan registrasi kartu SIM menggunakan data biometrik secara bertahap sebagai langkah strategis meningkatkan keamanan ekosistem digital nasional.
Dalam antaranews.com, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan kementerian telah menyiapkan berbagai langkah agar implementasi registrasi biometrik dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Peran Kemkomdigi sangat penting untuk memastikan kebijakan ini diterapkan secara terkoordinasi, baik dari sisi infrastruktur, regulasi, maupun pemahaman publik,” kata Edwin. Minggu, 4 Januari 2026.
Kemkomdigi telah mengirim surat dinas kepada seluruh operator seluler untuk menyiapkan infrastruktur pendukung registrasi biometrik.
Langkah ini bertujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat saat melakukan registrasi, sekaligus memastikan proses validasi data pelanggan lebih akurat.
Selain itu, Kemkomdigi menyiapkan strategi komunikasi publik melalui berbagai kanal.
Sosialisasi dilakukan lewat diskusi, talk show, dan siaran langsung di kanal resmi YouTube Kemkomdigi agar masyarakat dapat memahami proses registrasi biometrik secara menyeluruh.
Pendekatan ini juga untuk memastikan bahwa masyarakat yang belum familiar dengan metode biometrik tetap dapat mengikuti registrasi dengan mudah.
Edwin menambahkan uji coba registrasi biometrik sudah dilakukan sejak 2024, khususnya di gerai operator seluler untuk layanan penggantian kartu.
Pada awal 2025, uji coba diperluas ke kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dihadiri langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dan di akhir 2025, uji coba juga dilaksanakan di berbagai gerai operator.
Penerapan registrasi biometrik pada 2026 akan dilakukan secara bertahap, dengan fokus awal di gerai operator seluler.
Hal ini memungkinkan masyarakat mendapatkan pendampingan langsung dari petugas, sehingga proses registrasi lebih aman dan akurat.
Pendekatan bertahap juga memberi waktu bagi masyarakat untuk memahami sistem baru ini sebelum diterapkan secara luas.
Menurut Edwin, registrasi biometrik memiliki manfaat strategis.
Selain meningkatkan validitas data pelanggan, metode ini juga menekan potensi penyalahgunaan nomor seluler, memperkuat keamanan layanan digital, dan melindungi privasi pengguna.