Bali Siap Terapkan Batas Minimal Rekening Wisman, PHRI Dukung Pariwisata Berkualitas
- ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Denpasar, VIVA Bali – Bali siap terapkan aturan batas minimal isi rekening wisatawan mancanegara. PHRI dukung langkah ini untuk saring turis berkualitas dan tingkatkan keamanan serta pengalaman liburan.
Pemerintah Provinsi Bali tengah merancang aturan terkait minimal isi rekening wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Pulau Dewata.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pelaku industri pariwisata karena dinilai mampu meningkatkan kualitas turis dan menjaga keamanan sosial di daerah tujuan wisata.
Dalam keterangan rilis yang diterima bali.viva.co.id, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menekankan kebijakan ini akan menjadi instrumen penyaring wisatawan secara alami.
Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Bali benar-benar memiliki kemampuan finansial untuk menikmati liburan, tanpa risiko mengalami kesulitan ekonomi selama berada di pulau.
“Secara otomatis kualitas wisatawan akan tersaring dengan sendirinya,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan pentingnya kajian yang matang sebelum aturan diberlakukan.
Salah satunya dengan menghitung rata-rata pengeluaran wisatawan per hari, lalu menyesuaikannya dengan lama tinggal.
Contohnya, jika seorang turis menginap selama seminggu, maka nominal minimal isi rekening harus disesuaikan dengan estimasi pengeluaran tersebut.
Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi masalah sosial dan kriminal akibat wisatawan kehabisan uang selama berada di Bali.
Rai Suryawijaya menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk membatasi kunjungan, melainkan untuk memberikan kepastian dan pemahaman yang jelas bagi wisatawan sebelum mereka tiba.
PHRI Badung juga menyarankan agar penerapan aturan ini disinergikan dengan pihak Imigrasi, sehingga pengawasan bisa berjalan efektif sejak awal kedatangan wisatawan.
Dengan demikian, Bali dapat menjaga citra pariwisata kelas dunia sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat lokal.
Meski sebagian pihak khawatir kebijakan ini dapat menurunkan jumlah kunjungan wisman, Rai Suryawijaya optimistis sebaliknya.
Menurutnya, wisatawan justru akan lebih siap secara finansial dan memahami aturan sebelum datang.
Dengan begitu, pengalaman liburan mereka akan lebih lancar dan aman.
“Jika dirumuskan dengan tepat dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha pariwisata, aturan ini tidak akan menurunkan jumlah wisatawan. Justru akan mendorong pariwisata Bali yang lebih berkualitas,” tandasnya.