Berpotensi Pecah Umat, PHDI Denpasar Tolak Wacana Pemindahan Nyepi ke Tilem Kesanga
- Dok. Diskominfo Kota Denpasar/ VIVA Bali
Denpasar, VIVA Bali –Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak wacana pemindahan Hari Suci Nyepi dari Pananggal 1 Sasih Kadasa ke Tilem Kesanga.
Penolakan tersebut dituangkan dalam Surat Pernyataan PHDI Kota Denpasar tertanggal 1 Januari 2026 bernomor 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 tentang isu pergantian Hari Suci Nyepi.
Surat pernyataan itu ditandatangani Ketua Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Paruman Walaka I Nyoman Alit Putrawan, serta Dharma Upapati Paruman Pandita Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, dan PHDI Provinsi Bali.
Dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka menegaskan, wacana pemindahan Nyepi yang muncul dalam paruman sebuah organisasi yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Bali tidak dapat diterima.
“Kami menolak keras wacana pemindahan Hari Suci Nyepi menjadi di Tilem Kesanga,” tegas Arka, Sabtu, 3 Januari 2026.
Menurut Arka, penetapan hari suci umat Hindu tidak boleh didasarkan pada pemahaman sepotong-potong terhadap satu atau dua lontar tertentu.
Arka mengingatkan, penafsiran parsial tanpa pendekatan akademis yang menyeluruh justru berpotensi menyesatkan umat.
PHDI Kota Denpasar juga menilai wacana pemindahan Nyepi dimunculkan tanpa kajian akademis yang memadai, baik dari sisi wariga, astronomi, maupun pendekatan multidisipliner lainnya.
“Wacana ini tidak disertai kajian ilmiah yang komprehensif. Berbeda dengan penetapan Nyepi tahun 1981 yang melibatkan ahli wariga, astronomi, dan akademisi Hindu,” ujar Arka yang juga seorang doktor ilmu agama ini.
Selain aspek akademis, PHDI Denpasar menyoroti dampak serius terhadap kontinuitas tradisi ritual.
Rangkaian upacara besar seperti Tawur Agung di Besakih, Nyepi Segara, dan Nyepi Abian telah terintegrasi dengan sistem penanggalan yang berlaku saat ini.
“Mengubah tanggal Nyepi sama saja akan merusak kesinambungan liturgis serta kesiapan sarana upakara,” tegas Made Arka.
Lebih jauh, perbedaan penetapan hari Nyepi dikhawatirkan dapat memecah umat Hindu secara nasional.
Jika ada wilayah yang mengikuti Tilem Kasanga dan lainnya tetap pada Pananggal 1 Sasih Kadasa, lanjut Arka, umat Hindu Nusantara bisa terbelah.