Pantai Kuta Hingga Seminyak Jadi Tempat Sampah, 3,5 Ton Kembang Api Berserakan Pasca Tahun Baru
- DLHK Badung
Badung, VIVA Bali –Tahun Baru di Bali berakhir kotor. Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak dipenuhi 3,5 ton sampah kembang api yang berserakan.
Meski sudah ada larangan resmi dari Kapolri, malam pergantian tahun 2025 di Badung tetap dipenuhi kembang api.
Sayangnya, pesta itu meninggalkan jejak yang bikin pusing yaitu sampah bekas kembang api menumpuk di Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak, mencapai lebih dari 3,5 ton.
Melansir rilis yang diterima bali.viva.co.id, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung langsung bergerak pagi-pagi pada 1 Januari 2026.
“Masih banyak yang menyalakan kembang api secara mandiri di pesisir, jadi sampahnya menumpuk,” ujar Anak Agung Gede Agung Dalem, Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung.
Pembersihan dilakukan oleh 125 petugas, dibantu sejumlah alat berat.
Ada tujuh loader, dua beach cleaner, dua crawler carrier, tiga ekskavator, dan sepuluh truk sampah yang dikerahkan untuk mengangkut sisa-sisa kembang api.
Rinciannya, Pantai Kuta menampung sekitar 1 ton, Pantai Legian 1,5 ton, dan Pantai Seminyak 1 ton.
“Jumlah totalnya lebih dari 3,5 ton sampah kembang api,” jelas Agung Dalem.
Fenomena ini menunjukkan larangan resmi saja belum cukup menekan kebiasaan warga dan wisatawan.
Selain mengotori pantai, sampah kembang api berpotensi mencemari laut dan membahayakan kehidupan flora dan fauna pesisir.
Kawasan lain di Badung relatif aman, karena pantai tersebut kurang diminati untuk perayaan malam tahun baru.
Namun tiga pantai populer ini selalu menjadi magnet bagi masyarakat dan wisatawan untuk menyalakan kembang api.
Jumlah wisatawan yang memadati Bali saat akhir tahun juga membuat tantangan pembersihan makin berat.
Data Bandara Ngurah Rai mencatat, lebih dari 320 ribu orang masuk ke Bali sepekan sebelum pergantian tahun 2026.
Agung Dalem menekankan, membersihkan sampah memang bisa dilakukan DLHK, tapi kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci.
“Pembersihan bisa kami lakukan, tapi kalau kesadaran tidak ada, masalah akan terus berulang,” katanya.
DLHK pun akan memperkuat sosialisasi larangan dan menyiapkan sanksi bagi pelanggar.
Upaya ini diharapkan bisa menjaga pesisir tetap bersih, sekaligus memastikan perayaan tahun baru tetap aman dan ramah lingkungan.