Bali Kalah Ramai dari Yogyakarta, Gubernur Koster Akui Wisatawan Domestik Turun 700 Ribu!
- ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Denpasar, VIVA Bali –Bali kalah ramai dibanding Yogyakarta di akhir 2025, Gubernur Koster mengakui kunjungan wisatawan domestik turun 700 ribu akibat berkurangnya penerbangan dan rute domestik.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengakui jumlah wisatawan domestik ke Pulau Dewata pada tahun 2025 menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini mencapai 600–700 ribu orang, membuat Bali kalah ramai dibanding destinasi lain seperti Yogyakarta.
Melansir dari rilis yang diterima bali.viva.co.id, data Dinas Pariwisata Bali mencatat, hingga 26 Desember 2025 jumlah wisatawan domestik (wisdom) baru mencapai 9,2 juta orang.
Padahal pada 2024, Bali kedatangan 10,1 juta wisatawan domestik.
Koster menjelaskan, jika dihitung sampai 31 Desember 2025, jumlah wisdom kemungkinan hanya menembus 9,4 juta.
“Kalau digabung dengan wisatawan mancanegara, total kunjungan tahun ini diperkirakan turun sekitar 200 ribu orang dibanding tahun lalu,” ujar Koster.
Koster menilai penurunan wisdom tidak lepas dari berkurangnya jumlah penerbangan domestik.
Maskapai lokal yang semula 13 airline turun menjadi 11, dan rute domestik berkurang dari 25 menjadi 23.
Sebagian penerbangan Garuda dan Citilink juga sedang menjalani perawatan rutin, sehingga kapasitas pesawat terbatas.
“Akibatnya, jumlah pesawat ke Bali berkurang, sehingga selalu penuh. Ini yang menyebabkan wisdom menurun,” jelasnya.
Sementara itu, penerbangan internasional justru meningkat.
Tahun 2025, Bandara Ngurah Rai melayani 46 airline internasional dengan 44 rute, naik dari 43 airline dan 40 rute pada tahun sebelumnya.
Hal ini membuat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali melonjak dari 6,3 juta pada 2024 menjadi sekitar 6,9 juta per 26 Desember 2025.
Koster memprediksi hingga akhir tahun, jumlah wisman bisa mencapai 7,05 juta orang.
Koster mengungkapkan penurunan wisdom membuat Bali kalah pamor dibanding destinasi domestik lain seperti Yogyakarta.
Sementara kota pelajar itu mencatat pertumbuhan wisatawan domestik stabil sepanjang 2025, Bali justru harus menghadapi kendala operasional transportasi udara.
“Kalau tren ini tidak dibenahi, Bali bisa kehilangan posisi utama sebagai destinasi favorit wisatawan nusantara. Ini jadi PR besar kami di awal 2026,” tambah Koster.
Meski begitu, Koster menegaskan pihaknya tetap optimistis, terutama karena lonjakan wisatawan mancanegara terus terjadi.
“Wisatawan internasional meningkat cukup signifikan. Jadi total kunjungan tetap positif meski wisdom turun,” pungkas Koster.