Salah Pesan Material, Mantan Mandor Proyek KDMP Desa Bimorejo & Desa Sumber Kencono Rugikan Pemilik Batako?
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Karena mengalami penolakan akibat berbeda dengan kebutuhan, pemilik batako dalam proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengalami kerugian. Pemilik pun terpaksa mengambil kembali batako kirimannya dan mengalihkan pasokan batako dari lokasi pembangunan KDMP ke lokasi lain.
“Kalau kerugian uang nilai maksimalnya adalah lebih dari 9 juta rupiah karena batako kami batal dibeli.” ujar pemilik percetakan batako, Kinaryo Basuki.
Pembatalan tersebut dianggap sesuatu yang merugikan karena pemesan dianggap telah memberikan order fiktif atau melakukan pemesanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengerjaan proyek Pembangunan KDMP.
Hal tersebut berdampak secara psikis pada pemilik percetakan batako yang harus menyediakan batako dalan jumlah tertentu serta dalam periode waktu tertentu.
“Untuk di Desa Sumber Kencono telah terkirim 3.000 batako. Sedangkan untuk Desa Bimorejo sebanyak 500 batako,” tutur Kinaryo Basuki saat ditemui di lokasi percetakan batako miliknya.
Ribuan batako yang dipesan tersebut telah dikirimkan semua pada tahap awal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan KDMP di Desa Bimorejo dan Desa Sumber Kencono.
“Yang jelas saya harus mengalami kerugian untuk biaya tukang menaikan dan menurunkan muatan serta ongkos pengiriman.” kata Kinaryo Basuki pada VIVA News.
Beruntung kerugian bisa ditekan dalam jumlah yang paling kecil karena dilakukan penarikan kembali ribuan batako tersebut dari lokasi pembangunan KDMP.
“Saat tahu batako kiriman saya ditolak, saya langsung menghubungi Pak Haji Diono yang memesan pada saya untuk meminta penjelasan,” ungkap Kinaryo Basuki.
Setelah memastikan batako miliknya tidak termasuk dalam material yang dibutuhkan, Kinaryo Basuki langsung melakukan penarikan stok batako yang ada di lokasi pembangunan KDMP.
“Saya langsung suruh orang untuk ambil kembali batako yang ada di lokasi daripada saya mengalami kerugian yang lebih besar,” jelas Kinaryo Basuki.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Desa Sumber Kencono Kusnan membenarkan terkait ketidaksesuaikan bahan material yang digunakan dalam proyek pembangunan KDMP yang berbuntut pada dihentikannya tahapan pembangunan.
“Kata Babinsa (Sumber Kencono), besinya tidak sesuai dengan spek. Harusnya besi 13 ulir tapi justru dipasang besi 12 polos. Seharusnya bata merah untuk tembok tapi yang datang malah batako,” beber Kepala Desa Sumber Kencono Kusnan.