3 Kota Paling Toleran di Indonesia Menurut Wapres Gibran, Ada Kotamu?
- Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden
Salatiga, VIVA Bali –Wapres Gibran memuji kota-kota di Indonesia yang paling toleran, menekankan pentingnya kerukunan, persatuan, dan semangat saling menghormati antarwarga.
Toleransi, kata yang kadang terdengar klise tapi nyatanya menjadi ujung tombak persatuan bangsa, kembali jadi sorotan nasional.
Melansir rilis yang diterima bali.viva.co.id, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan lintas keyakinan.
Pesannya disampaikan dengan hangat saat hadir di Perayaan Natal Bersama umat Kristiani yang digelar di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga.
Acara yang dihadiri kurang lebih 10.000 jemaat ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi juga jadi panggung untuk menegaskan semangat kebersamaan.
Gibran memuji peran pemerintah kota dan masyarakat yang mampu menjaga harmoni beragama, bahkan di tengah dinamika sosial yang tak selalu mudah.
“Selamat kepada pemerintah kota dan seluruh warga yang telah menunjukkan sikap toleran. Kota ini adalah contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya. Kamis, 25 Desember 2025.
Lebih jauh, Wapres Gibran menyebutkan tiga kota yang menurutnya paling menonjol dalam hal toleransi di Jawa Tengah yaitu Salatiga, Magelang, dan Semarang.
“Warganya hebat, toleran semua. Ini prestasi luar biasa yang patut dicontoh,” tambah Gibran, menegaskan toleransi bukan sekadar kata-kata indah di pidato, tapi sikap yang hidup dan dirasakan sehari-hari oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga mengajak para pemuka agama, pendeta, dan romo yang hadir untuk terus menjaga toleransi di lingkungan masing-masing.
“Saya titip untuk semua, toleransinya terus dijaga,” pesannya dengan nada tegas namun bersahabat.
Gibran menekankan, harmonisasi antarumat beragama adalah fondasi penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
Acara di Salatiga ini turut dihadiri Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Ketua BKGS Purwanto.
Selain doa bersama, kegiatan ini juga menampilkan musik rohani dan berbagai kegiatan sosial yang memperkuat hubungan antarumat beragama.
Suasana penuh hangat dan kekeluargaan terlihat jelas dari wajah para jemaat yang datang dari berbagai penjuru kota.