TPA Suwung Dapat Relaksasi Sampai Akhir Februari 2026, Pemprov Bali Kebut Perbaikan IPAL dan Penutupan Sampah

Aksi Damai Sopir Truk Sampah di Denpan Kantor Gubernur Bali
Sumber :
  • Dewi Umaryati/ VIVA Bali

Denpasar, VIVA Bali –Pemerintah provinsi Bali memastikan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung tetap berjalan usai keluarnya surat relaksasi dari menteri Lingkungan Hidup tertanggal 18 Desember 2025.

img_title Banjir Bandang Terjang Buleleng, Ibu dan Dua Anak Dilaporkan Hilang

Relaksasi ini memperpanjang masa pemenuhan sanksi administratif hingga 28 Februari 20026 dari batas awal yang seharusnya berakhir pada 23 Desember 2025.

“Kebijakan ini diberikan tentu dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi di lapangan termasuk momentum akhir tahun, perayaan Natal dan Tahun Baru, serta potensi cuaca ekstrem di Bali,” papar Kepala Dinas Kehutan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Rentin.

img_title Ratusan Sopir Truk Sampah Demo di Kantor Gubernur Bali, Protes Penutupan TPA Suwung

Usai menemui aksi damai para sopir truk sampah di denpan Kantor Gubernur Bali, Rentin menjelaskan kewajiban utama pemerintah yang harus dipenuhi adalah pernaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Suwung.

“Anggaran sudah ada sekitar Rp5,7 miliar telah disiapkan. Namun pelaksana pekerjaan sebelumnya mengundurkan diri sehingga proyek belum dapat terealisasi di tahun ini,” ungkap mantan Kepala Pelaksana BPBD Bali ini.

img_title Forum Swakelola Sampah Bali Desak Pemprov Lakukan Modernisasi di TPA Suwung

Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prov. Bali I Made Rentin

Photo :
  • Dewi Umaryati/ VIVA Bali

Kepada Bali.viva.co.id, Rentin memastikan bahwa pekerjaan IPAL ini akan dikebut pada triwulan pertama di tahun 2026.

Selain IPAL, Pemprov Bali juga akan memaksimalkan penutupan tumpukan sampah dengan metode sanitary landfill.

“Saat ini penutupan baru mencapai 51 persen dari total tumpukan sampah setinggi 35-40 meter atau sekitar 7,2 juta ton yang telah tertimbun di TPA Suwung,” papar Rentin.

Pemerintah juga tengah menyiapkan perbaikan akses jalan menuju TPA Suwung. “Untuk hal ini ketersediaan anggaran APBD kita terbatas sehingga pemprov menggandeng dunia usaha. Saat ini sudah ada 3 perusahaan beton yang siap mendukung. Jalan beton dinilai paling efektif untuk kondisi di lapangan dibanding aspal atau hotmix,” papar Rentin.

Perusahaan beton ini rencananya akan melakukan survei teknis yang akan dibuat dengan ketebalan tertentu, pada Rabu, 24 Desember 2025.

Relaksasi yang diberikan untuk TPA Suwung tetap menerima sampah sampai akhir Februari 2026 mendatang.

Di sisi hulu, pemerintah daerah didorong mempercepat penanganan sampah berbasis sumber.

Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, menurut Rentin, diminta mengoptimalkan TPS3R dan TPST.

“Di Denpasar sudah ada 24 TPS3R dengan tambahan 2 TPS3R baru yang sedang dibangun. Sementara di TPST Kertalangu dan Tahura tengah ditata ulang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga ratusan ton per hari,” jelas Rentin.

Halaman Selanjutnya
img_title