Ratusan Sopir Truk Sampah Demo di Kantor Gubernur Bali, Protes Penutupan TPA Suwung

Ratusan Sopir Truk Sampah Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur Bali
Sumber :
  • Dewi Umaryati/ VIVA Bali

Denpasar, VIVA Bali –Ratusan sopir truk sejak pagi berdatangan dan berkumpul di depan Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat Nomor 1 Denpasar, Renon, Selasa, 23 Desember 2025.

img_title Kurang dari 72 Jam, Polda Bali Ungkap Kasus Pelecehan WNA di Badung dan Denpasar

Aksi mereka ini dipicu keputusan Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov) Bali untuk menutup permanen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Bendera merah putih hingga one piece, hingga spanduk yang dipasang di truk bertuliskan Bali darurat sampah dibawa dalam aksi yang digelar secara damai ini.

img_title TPA Suwung Dapat Relaksasi Sampai Akhir Februari 2026, Pemprov Bali Kebut Perbaikan IPAL dan Penutupan Sampah

Menurut massa, penutupan TPA Suwung ini dilakukan tanpa kesiapan sistem pengelolaan sampah pengganti yang jelas di lapangan.

Menurut sopir truk sampah yang ikut dalam aksi damai ini mengaku, sebelum berkumpul di Kantor Gubernur Bali, mereka berkumpul di TPA Suwung dengan truk penuh muatan sampah.

img_title Forum Swakelola Sampah Bali Desak Pemprov Lakukan Modernisasi di TPA Suwung

“Sebelum ke sini (Kantor Gubernur Bali), kami kumpul dulu di TPA Suwung sampai antrean sepanjang 5 kilometer. Setelah pasti pintu masuk TPA ditutup, makanya kami semua diarahkan ke kantor gubernur,” ungkap Nurhadi, saat dikonfirmasi secara eksklusif kepada Bali.viva.co.id.

Nurhadi yang membawa penuh muatan sampah di truknya dari Jimbaran, Kuta Selatan Badung ini mengaku datang ke TPA pukul 06.00 Wita berharap masih bisa membuang sampahnya ke TPA Suwung.

Truk Sampah Padati Jalan Depan Kantor Gubernur Bali

Photo :
  • Dewi Umaryati/ VIVA Bali

“Yang bikin lama truk buang sampah di TPA itu antrenya. Saya datang jam 6 pagi baru bisa masuk untuk buang jam 8 malam,” ungkap Nurhadi.

Kondisi ini ditambah dengan rusaknya akses jalan ke TPA Suwung yang rusak dan tak kunjung diperbaiki pemerintah.

“Kalau ada perbaikan hanya ditimbun pakai limestone. Pas hujan ya rusak lagi, belum lagi kalau roda truk kejeblos di lubang penuh lumpur. Karena kita nggak bisa menghindari jalan berlubang,” kata Nurhadi.

Harapannya, pemerintah dapat mencarikan solusi untuk pembuangan sampah yang kini masih menumpuk dan belum diangkut.