Polda Jabar Perketat Pengamanan Gereja Usai Temuan Benda Mirip Bom di Bandung
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/12/20/IMG_9165.jpeg.webp
Bandung, VIVA Bali – Kepolisian Daerah Jawa Barat memperketat pengamanan di sejumlah gereja menyusul temuan benda mirip bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kosambi, Kota Bandung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan umat Kristiani saat kebaktian dan misa Natal.
Dilansir dari ANTARA, Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Pol La Ode Aries El Fathar menyatakan, meski benda tersebut telah dipastikan tidak mengandung bahan peledak, pengamanan tetap dimaksimalkan sebagai langkah antisipasi.
“Setiap gereja dijaga minimal 10 personel untuk sterilisasi area, dan jumlah personel di pos pengamanan tentu lebih dari itu,” ujar La Ode di Bandung, Sabtu.
Ia menjelaskan, pengamanan tersebut merupakan bagian dari Operasi Lilin Lodaya 2025. Sejumlah strategi disiapkan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, sterilisasi area ibadah dilakukan sebelum jemaat memasuki gereja. Proses ini melibatkan tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat bersama jajaran kepolisian setempat.
“Sesuai SOP, sebelum ibadah dimulai, gereja harus sudah dalam kondisi steril. Setelah dinyatakan aman oleh tim Jibom, baru jemaat diperbolehkan masuk,” katanya.
Selain itu, petugas juga disiagakan di pintu masuk gereja untuk melakukan pemeriksaan menggunakan metal detektor guna mengantisipasi masuknya benda berbahaya. Jemaat akan dikawal hingga kegiatan ibadah selesai.
Sebelumnya, warga menemukan sebuah benda mencurigakan di depan GKPS Kosambi pada Jumat (19/12) sekitar pukul 08.30 WIB dan melaporkannya ke kepolisian. Setelah diperiksa, benda tersebut diketahui berisi potongan kayu yang ditempeli kabel dan dipastikan tidak mengandung bahan peledak.