Sampah Plastik Serbu Manta Point Nusa Penida, Ekosistem Pari Raksasa dan Penyu Terancam

Sampah Plastik Serbu Manta Point, Pari dan Penyu Terancam
Sumber :
  • Instagram/@rpuntadewa

Nusa Penida, VIVA BaliSampah plastik mencemari Manta Point, Nusa Penida, mengancam ekosistem laut. Pari raksasa dan penyu kesulitan bertahan, ekowisata ikonik terancam rusak.

img_title Belajar Sambil Berlibur, Marine Safari Bali Suguhkan Petualangan Seru di Dunia Bawah Laut

Nusa Penida, surga bawah laut yang dikenal dengan keindahan terumbu karang dan kawanan pari raksasa, kini menghadapi ancaman serius yaitu sampah plastik. 

Salah satu lokasi menyelam paling populer, Manta Point, terlihat tercemar plastik yang mengapung di permukaan hingga kedalaman 7 meter.

img_title DANA Gandeng KKP Bersihkan Laut di Bali, Wujud Komitmen Jaga Lingkungan

Kondisi ini tak hanya mengganggu panorama laut yang memukau, tetapi juga mengancam ekosistem pari manta dan penyu yang menjadi ikon wilayah tersebut.

Punta Dewa, seorang instruktur selam profesional yang telah rutin menyelami perairan Nusa Penida selama dua tahun terakhir, mengungkapkan kekhawatirannya. 

img_title Gubernur Bali Pede Bali Tetap Dipercaya Dunia: Kemacetan dan Sampah Tak Boleh Diabaikan

Punto mendokumentasikan kondisi Manta Point yang dipenuhi sampah plastik dan mengunggah video tersebut ke media sosial pribadinya, @rpuntadewa.

Dalam video itu terlihat berbagai jenis sampah, mulai dari kemasan kopi saset, plastik sekali pakai, kresek, hingga tali rafia dan jaring ikan yang tersangkut di terumbu karang.

“Ini bukan fenomena baru. Setiap musim hujan, sampah selalu terlihat di Manta Point, terutama di area Cleaning Station, tempat pari manta membersihkan diri. Sampahnya bergerak mengikuti arus laut,” ujar Punta. Kamis, 18 Desember 2025.

Punto menambahkan, meskipun banyak wisatawan yang menyelam di lokasi ini, mereka umumnya memaklumi fenomena ini sebagai isu global dan tetap menikmati pengalaman menyelamnya.

Fenomena ini bukan hanya soal pemandangan yang tercemar, bagi ekosistem laut dampaknya jauh lebih serius. 

Pari manta, yang biasanya menyaring plankton dengan membuka mulutnya, bisa keliru menelan mikroplastik. 

Hal ini dapat mengganggu sistem pencernaan mereka dan berpotensi membahayakan kesehatan jangka panjang. 

Tidak hanya itu, penyu juga menghadapi risiko tinggi karena sering terlilit tali sintetis atau jaring ikan yang tersangkut di terumbu karang. 

Punta bahkan pernah menyaksikan penyu yang harus berjuang keluar dari lilitan tali, sebuah peringatan nyata bahwa ancaman plastik di laut bukan sekadar isu visual.

Upaya pembersihan memang sering dilakukan secara berkala melalui program underwater clean up

Halaman Selanjutnya
img_title