ABK KMP Nusawangi Ditemukan Meninggal di Kamar Kru Saat Kapal Sandar di Kayangan
- Polres Lotim/VIVA Bali
Lombok Timur, VIVA Bali –Seorang anak buah kapal KMP Nusawangi, Abdun Kasim (39), ditemukan meninggal di kamar kru sesaat setelah kapal tiba di Dermaga I Pelabuhan Kayangan, Kamis malam, 11 Desember 2025. Korban yang menjabat sebagai kepala kamar mesin itu merupakan warga Dusun Banjar Barat, Labuhan Lombok.
Keterangan awal kepolisian menyebut korban sempat beraktivitas normal sebelum kejadian. Ia kemudian meminta izin kepada kapten untuk beristirahat siang.
“Sekitar pukul 14.00 Wita, korban pamit ke kapten untuk beristirahat,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, Jumat 12 Desember 2025.
Aktivitas kapal berjalan seperti biasa hingga menjelang sore. Kapal sandar di Pelabuhan Kayangan pada pukul 19.00 Wita. Masinis I Dodot kemudian menuju ruang korban untuk membangunkannya sesuai jadwal jaga.
“Saksi hendak membangunkan korban, namun tidak ada respons sama sekali,” kata Osman.
Saksi memastikan kondisi korban dengan memeriksa suhu tubuh dan reaksinya. Ia mendapati tubuh korban tidak seperti orang yang sedang tidur. Osman mengatakan.
“Saat diperiksa, tubuh korban sudah terasa dingin dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.”
Setelah memastikan tidak ada respons, saksi melaporkan temuan tersebut kepada kapten kapal sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
“Pukul 19.05, saksi melapor ke kapten, dan kapten langsung menghubungi petugas kesehatan pelabuhan,” jelas Osman.
Petugas kesehatan meminta korban segera dipindahkan ke fasilitas medis untuk pemeriksaan. Evakuasi dilakukan beberapa menit kemudian.
“Pada pukul 19.10, korban dievakuasi ke Puskesmas Labuhan Lombok untuk pemeriksaan dan otopsi,” kata Osman.
Hingga Jumat malam, pemeriksaan medis terhadap jenazah masih berlangsung. Kepolisian menyebut hasil otopsi menjadi dasar penentuan penyebab kematian.
"Kami menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pastinya,” ujar Osman.
Keluarga korban dan pihak perusahaan pelayaran telah menerima informasi awal mengenai kejadian tersebut. Mereka menunggu kejelasan dari pemeriksaan medis sebelum menentukan langkah berikutnya terkait penanganan jenazah dan administrasi lain.