Prabowo–Putin Kunci 6 Kesepakatan Besar, Indonesia Siap Tancap Gas ke BRICS

Pertemuan Prabowo–Putin di Moskow kembali curi perhatian internasional
Sumber :
  • Presiden RI

Moskow, VIVA Bali –Enam kesepakatan strategis lahir dari pertemuan tingkat tinggi di Moskow, membuka peluang kerja sama baru yang jauh lebih luas dan menandai babak baru hubungan dua negara di berbagai sektor penting.

img_title Kunker Perdana ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting

Pertemuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, kembali menarik perhatian internasional. 

Di tengah udara dingin yang menyelimuti Kremlin, keduanya berbicara hangat tentang berbagai kerja sama strategis yang pelan-pelan membentuk peta baru hubungan RI–Rusia. 

img_title Heboh! Prabowo dan Zidane Berfoto Bareng, Publik Ngarep Zidane Latih Timnas Indonesia

Tidak ada tegang, tidak ada basa-basi berlebihan, yang muncul justru sinyal kuat dua negara ini sedang mempercepat irama kerja sama.

Melansir antaranews.com, Prabowo datang dengan undangan terbuka untuk Putin agar kembali bertandang ke Jakarta, sementara Putin membalas dengan serangkaian komitmen yang terdengar. 

img_title Isu Mundur Memanas, Sri Mulyani Hadir di Rapat Kabinet

Putin membuka pertemuan dengan ucapan duka untuk 969 korban tewas, 252 orang yang masih hilang, dan lebih dari 158 ribu rumah rusak di Sumatera. 

Nada empatinya mengalir tenang, tetapi tak menutupi gerak cepat menuju hal-hal yang jauh lebih besar yaitu penguatan hubungan bilateral, kerjasama strategis, dan posisi Indonesia di BRICS.

Putin menegaskan relasi kedua negara “berkembang stabil dan konsisten” selama 75 tahun hubungan diplomatik. 

Perdagangan bilateral bahkan tumbuh 17 persen hanya dalam sembilan bulan terakhir, angka yang jadi isyarat kalau arah angin ekonominya sedang kencang ke Indonesia.

Putin secara terbuka menawarkan para pakar nuklir Rusia untuk membantu Indonesia masuk babak baru energi masa depan. 

Bagi Moskow, ini peluang kolaborasi besar dan bagi Indonesia, tawaran ini seperti tiket premium menuju teknologi strategis tanpa harus meraba dalam gelap.

Dari sektor tanaman pangan sampai urusan penerbangan dan visa, semuanya dibahas cepat dan padat. 

Rusia mengakui Indonesia punya surplus perdagangan pertanian dan mereka “tidak mempermasalahkan” itu. 

Satu-satunya catatan adalah turunnya pasokan gandum, tapi Moskow bilang siap mencari jalan keluar.

Hubungan teknis pertahanan RI–Rusia yang selama ini dikenal kokoh kembali ditegaskan. 

Indonesia disebut rutin mengirim spesialis untuk pelatihan akademi militer Rusia, dan Putin membuka peluang kolaborasi lebih dalam.

Halaman Selanjutnya
img_title