Profil Ardito Wijaya Berawal Jadi Dokter Naik Jadi Bupati Lampung Tengah, Berakhir di OTT KPK
- ANTARA/Dian Hadiyatna
Jakarta, VIVA Bali –Ardito Wijaya, dokter yang melesat jadi Bupati Lampung Tengah, justru menutup tahun pertamanya dengan pahit setelah dicokok KPK dalam OTT terkait dugaan suap proyek daerah.
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, resmi masuk daftar kepala daerah yang dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2025.
Ardito diamankan lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 10 Desember 2025, bersama sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus suap proyek.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan itu.
Namun ia belum memerinci bentuk dugaan suap yang menyeret sang bupati.
Penangkapan Ardito menambah deretan kepala daerah yang tumbang tahun ini, setelah Bupati Kolaka Timur Abdul Azis dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko lebih dulu terjaring operasi senyap.
Dilansir dari website Pemprov Lampung, Ardito lahir di Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada 23 Januari 1980.
Ardito merupakan putra Ahmad Pairin, mantan Bupati Lampung Tengah dan Wali Kota Metro.
Pendidikan dasar hingga SMA ia jalani di Lampung, lalu melanjutkan studi kedokteran di Universitas Trisakti hingga meraih gelar dokter pada 2008.
Ardito juga mengantongi gelar Magister Kesehatan Masyarakat dari Universitas Mitra Indonesia pada 2024.
Sebelum masuk dunia politik, Ardito mengawali karier sebagai dokter muda di beberapa puskesmas.
Ardito kemudian dipercaya menjadi Kabid P2PL Dinas Kesehatan Lampung Tengah pada 2014–2016, dari sinilah jalur politiknya mulai terbuka.
Tahun 2020, Ardito maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Musa Ahmad dalam Pilkada Lampung Tengah.
Mereka menang dan memimpin periode 2021–2025.
Pada Pilkada 2024, Ardito memutuskan maju sebagai calon bupati.
Meski tak mendapat rekomendasi dari PKB, partai tempatnya bernaung ia tetap maju lewat dukungan PDI Perjuangan bersama I Komang Koheri.
Duet ini memenangkan kontestasi dan Ardito dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah pada 20 Februari 2025.
Namun masa jabatannya tak genap setahun. OTT KPK membuat langkah politiknya mendadak terhenti.
Selain di pemerintahan, Ardito dikenal aktif di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Ardito pernah menjabat Ketua KRIP IDI Lampung Tengah (2015–2018), kemudian Wakil Ketua IDI Wilayah Lampung (2022–2024), dan sejak 2025 menjadi Anggota Dewan Penasihat IDI Pusat.