BPBD Agam Sebut Korban Meninggal 188, 72 Hilang, Kerugian Capai Rp682 Miliar

BPBD Agam Laporkan 188 Tewas 72 Hilang Banjir Rp682 Miliar
Sumber :
  • BPBD Agam

Jakarta, VIVA BaliBPBD Agam melaporkan 188 tewas, 72 masih hilang akibat banjir bandang, ribuan terdampak, rumah, jembatan, dan lahan rusak, total kerugian capai Rp682 miliar.

img_title BMKG Monitor Siklon Senyar dan Koto Lagi Main Tarik Menarik, Efek Fujiwhara Bakal Kena Indonesia?

Tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam terus menelan korban. 

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam per Selasa 9 Desember 2025 yang dilansir dari antaranews.com, korban meninggal dunia kini mencapai 188 orang, sementara 72 orang masih dinyatakan hilang.

img_title Pantai Nihiwatu, Surga Tersembunyi Sumatera Barat yang Menyihir Dunia

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengungkapkan, korban meninggal tersebar di beberapa kecamatan. 

Kecamatan Palembayan menjadi yang paling parah dengan 138 korban tewas dan 66 hilang. 

img_title Wisata Mandeh Sumbar Makin Beda! Malam Kini Lebih Terang, Ternyata Ini Rahasianya

Kecamatan Malalak mencatat 14 korban meninggal dan 3 hilang, Tanjung Raya 10 meninggal dan 2 hilang, Palupuh dan Matur masing-masing 1 korban meninggal, serta Lubuk Basung 1 orang belum ditemukan.

“Sebanyak 23 korban meninggal belum teridentifikasi oleh kepolisian,” kata Rahmat Lasmono di Lubuk Basung. Rabu, 10 Desember 2025.

Proses pencarian korban hilang terus dilakukan tim gabungan BPBD Agam, TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), dan relawan. 

Pencarian dibantu alat berat karena korban diduga tertimbun material banjir bandang berupa tanah, batu, dan pohon. 

Rahmat menyampaikan harapannya agar korban bisa segera ditemukan dalam waktu dekat.

Selain korban jiwa, dampak banjir dan tanah longsor di Agam menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. 

Sebanyak 493 rumah rusak ringan, 359 rumah rusak sedang, dan 600 rumah rusak berat. 

Tempat ibadah terdampak 11 unit, jembatan 67 titik, jalan 49 titik, fasilitas pendidikan 99 unit, irigasi 125 unit, dan bendungan 18 unit.

Kerugian juga terjadi pada sektor pertanian dan peternakan. 

BPBD mencatat 6.025 ekor ternak mati dan 1.813,70 hektare lahan pertanian rusak. 

Total kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp682,35 miliar.

Pihak BPBD juga melaporkan kondisi korban terdampak yang terdiri dari 13 orang masih dirawat, 4.117 orang mengungsi, dan 988 orang terdampak atau terisolir. 

Pemerintah daerah telah mengaktifkan 14 posko darurat bencana untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan.

Bencana ini kembali menegaskan perlunya kesiapsiagaan menghadapi hidrometeorologi ekstrem di Sumatera Barat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan evakuasi, dan mendukung proses pencarian korban yang masih hilang.