Macet Kota Mataram Makin Parah, Pemkot Siapkan Beragam Skema Atasi Kemacetan
- Ramli Ahmad / VIVA Bali
Mataram, VIVA Bali –Kemacetan di Kota Mataram kian memprihatinkan, terutama pada jam berangkat kerja, jam masuk sekolah, serta saat pulang kantor. Kondisi ini kerap terjadi di sejumlah titik utama, dengan kemacetan terparah di Jalan Jenderal Sudirman (Kelurahan Rembiga) dan ruas Jalan Gajah Mada (dari Jempong hingga Pagesangan).
Kedua jalur tersebut merupakan akses vital menuju Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid, serta Pelabuhan Lembar. Tak heran, arus kendaraan padat hampir sepanjang hari, terutama ketika aktivitas masyarakat memuncak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mengurai kepadatan lalu lintas melalui pengawasan lapangan dan pemanfaatan teknologi. Sistem Area Traffic Control System (ATCS) dioptimalkan untuk menyesuaikan durasi lampu lalu lintas dengan situasi riil di lapangan.
“Kalau arus dari utara lebih panjang, kita perpanjang durasi lampu hijau agar antrean bisa terurai. Itu yang terus kami lakukan,” jelas Zulkarwin.
Ia menambahkan, titik-titik rawan macet lainnya meliputi Sekarbela, Kebon Roek, kawasan Dakota, Jalan Pejanggik, dan sejumlah ruas di pusat kota.
Selain mengatur lalu lintas, Dishub menempatkan petugas di lokasi-lokasi strategis pada jam sibuk. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respon terhadap kemacetan mendadak, misalnya karena penumpukan kendaraan di persimpangan atau gangguan di jalan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menyatakan bahwa pemerintah kota sedang mempertimbangkan berbagai solusi tambahan, salah satunya adalah penyesuaian jam masuk sekolah dan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Saat ini jam pulang ASN bersamaan dengan pegawai swasta, ditambah yang mengantar anak sekolah, sehingga kepadatan bertumpuk. Kami sedang membahas apakah jam kerja ASN bisa dimulai lebih siang, misalnya pukul 09.00, dengan tetap memenuhi kebutuhan total jam kerja,” ujar Alwan, Rabu 9 Desember 2025.
Alwan juga menyoroti perilaku berkendara sebagian pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) namun sudah menggunakan sepeda motor. Menurutnya, hal ini turut menyumbang kepadatan dan potensi risiko di jalan.
Pemkot Mataram mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi umum, termasuk bus yang sudah disediakan, guna mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan.