CV Sumber Alam Sejati Gelontorkan Secara Bertahap 150 Ton Pupuk Phonska ke Wongsorejo
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Seiring meningkatnya keluhan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi jenis phonska, kini telah dilakukan penambahan pasokan pupuk bersubsidi jenis phonska di seluruh wilayah Kecamatan Wongsorejo untuk memenuhi kebutuhan petani seiring masuknya masa tanam.
Berdasarkan penjelasan dari Distributor pupuk bersubsidi wilayah Kecamatan Wongsorejo, CV Sumber Alam Sejati permasalahan tersebut telah ditangani.
Selaku distributor resmi dari PT Pupuk Indonesia (PI), CV Sumber Alam Sejati telah melakukan penambahan quota pupuk bersubsidi jenis phonska.
Distributor pupuk yang beralamat di Wilayah Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut telah melakukan pengiriman sebanyak 150 ton pupuk bersubsidi jenis phonska untuk wilayah Kecamatan Wongsorejo.
“Mulai Hari Sabtu (6 Desember 2025) SK (Surat Keputusan) turun untuk penambahan di wilayah Kecamatan Wongsorejo 150 ton pupuk bersubsidi (jenis phonska),” ujar staf distributor pupuk CV Sumber Alam Sejati Rogojampi, Totok.
Penambahan kuota dilakukan guna mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi jenis phonska di wilayah Kecamatan Wongsorejo saat memasuki masa tanam.
“Pengiriman terus dilakukan hingga hari ini (Senin, 8 Desember 2025). Nanti dokumen pengiriman akan kami berikan,” tutur Totok saat dihubungi VIVA News.
Dasar hukum penambahan pupuk bersubsidi jenis phonska tersebut mengacu pada SK yang dikeluarkan oleh dinas terkait.
“Jadi penambahan pupuk (jenis phonska) ini sesuai dengan SK dari Dinas Pertanian (Kabupaten Banyuwangi). Nah itu saya kirim ke seluruh kios di Kecamatan Wongsorejo,” kata staf distributor pupuk CV Sumber Alam Sejati Rogojampi ini.
Tambahan pupuk bersubsidi jenis phonska ini akan tersedia di seluruh kios pupuk bersubsidi yang ada di wilayah Kecamatan Wongsorejo secara bertahap.
“(Pengiriman pupuk bersubsidi) Secara bertahap. Stok (pupuk bersubsidi) sudah ada di kios Desa Bengkak, Desa Bangsring dan Desa Wongsorejo serta Desa Sidodadi,” jelas Totok. Senin, 8 Desember 2025.
Kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Wongsorejo menjadi keluhan yang paling dominan saat memasuki masa tanam.
Ratusan petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis phonska hampir di seluruh kios di wilayah Kecamatan Wongsorejo dengan dalih sudah habis.
“Lha jatah saya mana? Berdasarkan e-RDKK, saya masih memiliki stok 2,5 kuintal pupuk jenis phonska. Kok bisa habis? Ini yang menimbulkan tanda tanya bagi saya,” tandas Dodik yang diwakili oleh kerabatnya, Abdullah.