Krisis Pupuk Bersubsidi, BPP Wongsorejo Mendadak Jadi Posko Curhat Ratusan Petani

Tumpukan pupuk di sebuah kios pupuk bersubsidi
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Dugaan terjadinya pelanggaran dalam distribusi bersubsidi jenis urea serta phonska yang terjadi di wilayah Kecamatan Wongsorejo dibenarkan oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wongsorejo, Wiji Santoso. 

img_title Fardhan Bawa Pulang Perak di Kerjuaraan Asia Junior 2026

Dalam pernyataannya, Wiji Santoso mengakui dugaan terjadinya pelanggaran disilnyalir dilakukan oleh sejumlah kios penyalur. 

“Jadi bukannya saya mengetahui secara langsung atau memiliki bukti nyata (pelanggaran distribusi pupuk bersubsidi) terkait hal tersebut. Tapi saya menjadi jujugan keluhan para petani di Kecamatan Wongsorejo,” ujar Koordinator BPP Wongsorejo, Wiji Santoso. 

img_title Pihak Perkebunan Kampe Diduga Halangi Damkarat Banyuwangi Masuk Lokasi Kebakaran

Dugaan pelanggaran paling dominan yang diadukan petani saat musim panen seperti pada susahnya mendapatkan pupuk bersubsdi. 

Sejumlah kios penyalur pupuk bersubsidi yang sudah ditunjuk acap kali mengaku tidak memiliki persediaan pupuk yang dibutuhkan petani. 

img_title BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Cuaca Buruk Intai Aktivitas di Selat Bali

Padahal berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), petani yang bersangkutan masih memiliki persediaan pupuk yang dibutuhkan. 

“Biasanya yang datang ke tempat saya itu ketua kelompok taninya. Dia mewakili keluhan dari anggotanya terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujar Wiji Santoso pada VIVA News. 

Saat ini, petani seharusnya sudah bisa menebus pupuk bersubsidi jenis phonska di seluruh kios penyalur pupuk yang telah ditunjuk. 

“Jika jumlah pupuk jenis phonska ini terbatas, saya meminta kerelaan para petani agar dibagi dengan petani lain. Nanti kekurangannya, bisa ditebus lagi saat kedatangan (pupuk) berikutnya,” kata Koordinator BPP Wongsorejo. 

Langkah tersebut diharapkan akan bisa cukup meredam keresahan petani kendati bukan satu-satunya solusi dalam carut marut penyaluran pupuk bersubsidi. 

“Sekarang alokasinya baru 58 persen untuk phonska. Saya harapkan semua alokasi bisa terpenuhi pada akhir tahun ini, kasihan para petaninya,” tandas Wiji Santoso. 

Memasuki masa tanam kali ini, permintaan pupuk bersubsidi oleh para petani melonjak tajam seiring musim penghujan. 

Petani di seluruh wilayah Kecamatan Wongsorejo saat ini waktunya menebus pupuk bersubsidi jenis phonska yang membuat persediaan kosong di lapangan. 

Sedangkan persediaan pupuk bersubsidi jenis urea, persediaan di sejumlah kios penyalur masih cukup aman.