Menko Pangan Dorong Penguatan Tata Kelola Sampah di TPA Kebon Kongok

Rofil Alhani saat tinjauan proses pengolahan sampah di TPST
Sumber :
  • Moh. Helmi/VIVA Bali

Lombok Barat, VIVA BaliKunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan ke TPA Kebon Kongok disambut langsung oleh Kepala UPTD TPA Kebon Kongok, Radyus Ramli, bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Neni Hendiarti. Sabtu, 6 Desember 2025.

img_title IPO Balik Lagi: Sudah Waktunya Marathon e-IPO

Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia diwakili oleh Rofil Alhani, Asisten Deputi Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan. Saat melakukan peninjauan ke area pengolahan, Rofil Alhani menekankan urgensi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“TPA Kebon Kongok memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko pencemaran. Penanganan sampah yang baik menjadi fondasi keberlanjutan pengelolaan kawasan,” ujar Rofil Alhani. Penegasan tersebut disampaikan setelah pemantauan menunjukkan efektivitas pengelolaan serta keselarasan dengan program lingkungan pemerintah.

img_title Mafindo Gandeng Kemenag Bali Bekali Guru Madrasah dengan Keterampilan AI dan Literasi Digital

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen memperkuat tata kelola sampah regional serta pelayanan lingkungan di wilayah Lombok Barat.

Kepala UPTD TPA Kebon Kongok, Radyus Ramli, menjelaskan bahwa TPA memproses 350–400 ton sampah per hari dari Kota Mataram dan Lombok Barat. Dari total tersebut, 50–60 ton diolah di TPST untuk menghasilkan Solid Recovered Fuel (SRF) sebagai bahan bakar co-firing pembangkit listrik.

img_title Alvaro Bocah Hilang 8 Bulan Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Amankan Tersangka

“Pengelolaan dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu produksi SRF, pembuatan kompos, dan pemilahan sampah bernilai jual. Material yang dapat didaur ulang diserap pengepul lokal,” jelas Radyus Ramli. Penjelasan tersebut disampaikan bersamaan dengan paparan terkait kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan berbagai

pihak dalam pembangunan fasilitas dasar seperti sumur bor, perkuatan tebing sungai, peningkatan akses jalan lingkungan, serta program pemberdayaan warga sekitar.

Radyus menekankan pentingnya peningkatan pengelolaan sampah dari sumber. “Sampah makanan mencapai sekitar 30 persen. Sampah makanan menjadi faktor terbesar munculnya bau yang sering dikeluhkan warga. Target utama pada tahun berikut adalah zero sampah makanan masuk ke TPA agar potensi bau dapat dikendalikan,” tegas Radyus.

TPA Kebon Kongok berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Total 221 tenaga kerja terlibat dalam operasional TPA dengan mayoritas tenaga harian berasal dari desa-desa sekitar. Selain itu, sekitar 150 pemulung aktif melakukan pemilahan sampah sebagai sumber penghidupan.