Bibit Siklon Tropis Diprediksi Bawa Hujan Ekstrem ke 11 Wilayah Mulai Hari Ini
- BMKG
Jakarta, VIVA Bali –Bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar Indonesia diprediksi memicu hujan ekstrem mulai hari ini, BMKG menyebut 11 wilayah masuk kategori siaga karena potensi cuaca buruk yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya aktivitas cuaca ekstrem di Indonesia.
Dilansir dari rilis resmi di website BMKG, Bibit siklon tropis mulai terbentuk di selatan Tanah Air diperkirakan mengerek curah hujan secara drastis, bahkan mulai hari ini.
Sejumlah wilayah disebut masuk kategori siaga karena berpotensi diguyur hujan ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.
BMKG menjelaskan, Indonesia kini masuk periode monsun Asia yang biasanya menghadirkan intensitas hujan lebih tinggi dari normal.
Kondisi ini diperkuat oleh sederet anomali atmosfer lain seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Equatorial yang memicu pertumbuhan awan konvektif skala besar, hasilnya peluang hujan lebat meningkat tajam.
Tak berhenti di situ. BMKG juga mencatat adanya seruak dingin dari Siberia yang ikut menyuplai udara lebih dingin ke wilayah Indonesia.
Fenomena ini memperkuat pembentukan awan hujan di sejumlah daerah, dan yang paling mencolok adalah potensi bibit siklon tropis yang bergerak di selatan Indonesia diperkirakan menjadi pemicu utama terjadinya cuaca ekstrem beruntun.
Setidaknya ada 11 wilayah yang diminta siaga penuh, yakni Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, wilayah Jawa–Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
BMKG menilai deretan wilayah ini paling rentan terdampak hujan lebat disertai angin kencang, petir, hingga gelombang tinggi di perairan sekitarnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan bahwa tren cuaca ekstrem di Indonesia terus meningkat.
Faisal menyebut hujan ekstrem dan angin kencang menjadi bencana hidrometeorologi yang paling sering muncul belakangan ini.
“Trennya terus naik. Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya dalam keterangan resmi. Sabtu, 6 Desember 2025.
Pada periode 28 Desember hingga 10 Januari 2025, curah hujan diproyeksikan melonjak ke level tinggi hingga sangat tinggi, bahkan mencapai 300–500 mm per bulan di sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, serta Papua Selatan.