320 Ribu Hektare Konsesi Sawit Tumpang Tindih Zona Rawan di Sumatera, Banjir Bandang Makin Brutal
- ANTARA FOTO/Hadly V/wsj
Jakarta, VIVA Bali –Sekitar 320 ribu hektare konsesi sawit di Sumatera ternyata berada di zona rawan banjir. Tumpang tindih ini bikin daya dukung lingkungan jebol dan banjir bandang semakin menghantam tanpa ampun.
Gelombang banjir bandang yang memporak-porandakan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan lagi sekadar bencana musiman.
Fenomena ini kini berubah menjadi alarm keras tentang betapa rusaknya keseimbangan ekologis akibat ekspansi perkebunan sawit yang kian tak terkendali.
Temuan terbaru Sawit Watch memperlihatkan gambaran yang jauh lebih mengkhawatirkan yaitu ratusan ribu hektare kebun sawit besar berdiri tepat di atas zona yang secara ilmiah dinyatakan tidak layak untuk monokultur.
Dilansir dari rilis yang dibagikan ke bali.viva.co.id, Sawit Watch menyebut Pulau Sumatera sudah resmi memasuki defisit ekologis.
Luas tutupan sawit mencapai 10,70 juta hektare atau lebih tinggi dari batas atas sawit Sumatera yang hanya 10,69 juta hektare berdasarkan pendekatan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (D3TLH).
“Bukan cuma overcapacity, distribusi kebunnya pun amburadul,” sebut Direktur Eksekutif Sawit Watch, Achmad Surambo. Jumat, 5 Desember 2025.
Merujuk Peta Penggunaan Lahan (PPL), sekitar 5,97 juta hektare sawit di Sumatera justru ditanam di wilayah Variabel Pembatas atau zona yang secara hidrologis dan fisik sebenarnya tak layak untuk monokultur karena berfungsi melindungi keanekaragaman hayati, daerah tangkapan air, serta struktur bentang alam yang sensitif.
Ketika hutan di zona pembatas ini dikonversi menjadi hamparan sawit, sistem alami penyerap air hilang.
Dampaknya? Limpasan permukaan tak terkendali, aliran air menjadi ekstrem, dan banjir bandang tak lagi bisa dicegah.
Survei spasial Sawit Watch bahkan menunjukkan betapa masifnya tumpang tindih antara tutupan sawit, area risiko tinggi, dan titik-titik banjir bandang yang terjadi pekan ini.
Angkanya bikin bergidik, di Aceh saja banjir bandang melintasi lanskap yang memuat 231.095,73 hektare konsesi sawit besar.
Lalu Mandailing Natal di Sumatera Utara mencatat 65.707,93 hektare konsesi dalam wilayah terdampak banjir.
Sementara Pesisir Selatan di Sumatera Barat punya 24.004,33 hektare konsesi sawit di zona yang diterjang amukan air.