Minyak Goreng, Beras, Sosis Hingga Pakaian, Ini Daftar Bantuan All Out Kementan untuk Korban Banjir Sumatera
- Kementan
Jakarta, VIVA Bali – Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas kirim bantuan jumbo untuk korban banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Respons cepat Kementerian Pertanian dalam menangani bencana banjir di Sumatera langsung terlihat di Lanud Halim Perdanakusuma.
Melansir rilis yang diterima bali.viva.co.id, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung persiapan pengiriman bantuan menggunakan pesawat Airbus A400M.
Pesawat yang baru dibeli Presiden Prabowo beberapa waktu lalu ini menjadi pesawat angkut besar yang sengaja dikerahkan untuk mempercepat suplai logistik ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Amran menyebut warga di lokasi bencana membutuhkan bantuan yang benar-benar bisa langsung dikonsumsi.
Mereka sulit memasak, sulit mencari LPG, dan akses ke banyak titik masih terputus.
Karena itu, bantuan yang diberangkatkan difokuskan pada kebutuhan siap saji.
Sosis, mie instan, beras, minyak goreng, hingga air mineral menjadi prioritas.
“Saudara kita butuh barang jadi. Mereka terisolasi, listrik tidak menyala. Jadi ini butuh siap saji,” ujar Mentan Amran. Kamis, 4 Desember 2025.
Permintaan mendadak dari daerah juga langsung ditindaklanjuti.
Amran bercerita baru saja mendapat telepon dari Wakil Gubernur Aceh yang meminta tambahan minyak goreng.
Di gudang Kementan masih tersedia 2.000 liter, dan tanpa menunggu prosedur panjang bantuan itu langsung dilepas.
"Suratnya menyusul. Yang penting barang keluar dulu,” tegas Amran.
Kepala Badan Pangan Nasional ini juga menambahkan, percepatan distribusi menjadi prinsip utama selama masa tanggap darurat.
Tidak ada birokrasi berlapis yang bisa memperlambat pengiriman, beberapa persetujuan bahkan ditandatangani pada dini hari hanya dalam hitungan menit.
Sejauh ini Kementan mengklaim telah mengirim 40 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng dalam rangka membantu pemulihan di tiga provinsi terdampak.
Amran memastikan stok beras nasional aman, dengan ketersediaan mencapai 83 ribu ton.
Ketersediaan itu, kata dia, menjadi jaminan, suplai untuk wilayah terdampak dapat terus mengalir tanpa hambatan.
Tak hanya lewat udara, jalur laut juga disiapkan untuk menambah kecepatan distribusi.
Lewat program Kementan Peduli Bencana yang memiliki alokasi sekitar Rp75 miliar, bantuan tahap pertama senilai Rp34,8 miliar sudah diberangkatkan.