Data Bantuan UMKM di Lombok Timur Dipersoalkan, Sekda Jelaskan Penyebab Banyak yang Tersangkut

H.M.Juaini Taofik, Sekda Lombok Timur
Sumber :
  • Amrullah/VIVA Bali

Lombok Timur, VIVA Bali –Sorotan terhadap data penerima bantuan UMKM di Kabupaten Lombok Timur terus bermunculan. Sejumlah warga menilai bantuan itu masih belum tepat sasaran. Pemkab Lotim pun buka suara menjelaskan duduk perkaranya.

Sekda Lombok Timur, Drs. H.M. Juaini Taufik, mengatakan fleksibelnya definisi UMKM menjadi salah satu penyebab banyak warga masuk kategori penerima. Ia merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2008, yang menyebut usaha mikro memiliki modal maksimal Rp50 juta dan bisa dijalankan perorangan atau kelompok.

“Pengertian UMKM ini sangat fleksibel. Penjual bakulan, penjual serabi, hingga peternak ayam kampung itu semua bisa masuk kategori mikro,” ujarnya. Kepada VIVA Bali, Kamis 4 Desember 2025.

Juaini menjelaskan, pada tahap awal pemerintah meminta masyarakat mengajukan permohonan bantuan melalui Dinas Koperasi. Dengan target penerima sekitar 31 ribu orang dan jumlah penduduk yang besar, verifikasi lapangan tak mungkin dilakukan menyeluruh.

“Yang bisa kami lakukan adalah verifikasi sampling beberapa persen. Ada tiga hal yang dijaga: penerima harus warga Lombok Timur, dibuktikan KTP dan KK, tidak dobel, dan pencairannya langsung melalui rekening mereka,” tegasnya.

Ia mengakui Pemkab Lombok Timur belum memiliki database bantuan yang komplet dan terintegrasi. Selama ini data masih bertumpu pada DTKS, sementara aturan baru lewat Inpres Nomor 4 Tahun 2025 mewajibkan seluruh bantuan sosial merujuk ke sistem tersebut.

“Kami sedang membangun database sendiri. Kalau ada masukan data dari masyarakat, langsung kita input untuk penyempurnaan kebijakan berikutnya,” katanya.

Soal adanya perangkat desa yang ikut masuk daftar penerima, Juaini menyebut hal itu terjadi karena proses verifikasi belum mencapai 100 persen akibat keterbatasan waktu. Bahkan ada beberapa nama yang dinilai tidak layak.

“Tapi selama mereka tidak menandatangani, bantuannya tidak akan cair. Tidak bisa diwakilkan, karena uang langsung masuk ke rekening masing-masing,” jelasnya.

Ia menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan. “Kebijakan ini bertahap, tidak mungkin langsung sempurna. Yang jelas banyak warga yang terbantu,” tambahnya.

Disisi lain Salah satu penerima, Inak Marni, warga Sembalia, mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut.

“Untung ada program ini. Usaha yang saya bangun bisa saya kembangkan,” ucapnya.

img_title Dugaan Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur, Kerugian Capai Ratusan Juta