Inflasi Mataram Turun di November, Tapi Harga Pangan Masih Jadi Ancaman Jelang Nataru
- Ramli Ahmad / VIVA Bali
Mataram, VIVA Bali –Kota Mataram mencatat penurunan inflasi pada November 2025 sebesar 2,86% (yoy), lebih rendah dibandingkan Oktober yang mencapai 3,12%. Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menjalankan berbagai program stabilisasi harga sepanjang tahun.
"Berbagai langkah konkret dilakukan TPID, mulai dari 54 Operasi Pasar Murah, 80 Pasar Tani, 19 Gerakan Pangan Murah, hingga inovasi KOPling (Komunitas Pengendali Inflasi) yang telah terlaksana 32 kali sepanjang 2025" ujar Wakil Walikota TGH. Mujiburahman, Rabu 3 Desember 2025.
Tidak hanya itu Program Gerakan Tanam Cabai yang melibatkan ribuan warga juga menjadi strategi penting untuk memperkuat pasokan lokal dan meredam lonjakan harga komoditas hortikultura karena cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi.
Selain itu, TPID intensif melakukan pengawasan harga melalui sidak rutin bersama Satgas Pangan, sambil memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, BMKG, Bulog, dan Polresta Mataram. Sinergi ini mengantarkan Mataram meraih penghargaan TPID Berkinerja Terbaik Tahun 2025 untuk kedua kalinya secara beruntun, lewat program inovatif Warung Pantasi Mentaram yang dinilai mampu mengendalikan inflasi secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Deputi Bank Indonesia NTB, Ignatius Adhi Nugroho, menjelaskan bahwa inflasi bulanan Mataram pada November tercatat sebesar 0,32% (mtm). Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor pendorong, namun tertahan oleh penurunan harga daging ayam, cabai rawit, dan cumi-cumi. Menjelang Natal dan Tahun Baru, BI mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap komoditas yang historisnya fluktuatif seperti cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.
“Kelancaran logistik dan komunikasi publik akan sangat menentukan agar masyarakat tetap berbelanja secara bijak,” ujar Ignatius. Ignatius menegaskan, penguatan koordinasi lintas pihak dan langkah antisipatif di akhir tahun diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi Mataram hingga tutup tahun 2025.