Polres Gianyar Bongkar Jaringan Copet Internasional, Suami Artis Korea Jadi Korban

Jaringan Copet Internasional Beraksi di Tempat Ramai
Sumber :
  • Dok. Humas Polres Gianyar/ VIVA Bali

Gianyar, VIVA BaliPolres Gianyar membongkar jaringan copet internasional yang beraksi di kawasan obyek wisata Ubud.

img_title Dari sawah Ubud hingga Jadi Ikon Kuliner Bali, Begini Perjalanan Bebek Bengil Bertahan hingga 35 Tahun

Sebanyak 10 pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

“10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, mereka berkewarganegaraan Indonesia, China dan Mongolia,” ungkap Kapolres Gianyar AKBP Chandra C, Kesuma, Selasa, 2 Desember 2025.

img_title Seniman Bali–Swiss Bicara Alam Lewat Lukisan di ARMA Museum Ubud

Dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id, kasus ini mencuat setelah 5 wisatawan mancanegara asal Korea dan China melapor kehilangan dompet berisi kartu keluarga saat berwisata ke beberapa titik keramaian di Ubud.

“Salah satu korban yang melapor suami artis Korea, Jeon Hye Bin yang kehilangan kartu kredit dan mengalami transaksi ilegal bernilai besar di luar negeri,” ujar Kapolres.

img_title Menjelajahi 4 Keindahan Ubud, Bali

Kapolres menjelaskan bahwa modus yang dilakukan para pelaku terbilang rapi, melibatkan pelaku asal Mongolia.

Mereka selalu mengambil dompet milik wisatawan di beberapa titik keramaian seperti Puri Ubud, Pasar, Jalan Raya Ubud hingga Kawasan Monkey Forest.

Polres Gianyar Ungkap Jaringan Copet Internasional

Photo :
  • Dok. Humas Polres Gianyar/ VIVA Bali

Dari 10 pelaku yang diamankan memiliki peran berbeda. 4 tersangka berperan sebagai penyedia mesin EDC, yakni WNI berinisial PT, IKPS, HL, dan JW.

Perantara mesin EDC WNA asal China berinisial TW Hua dan JWW, serta sebagai pemetik atau eksekutor di lapangan WNA asal Mongolia berinisial MK, SA, SD, dan GZ.

“Setelah kartu bank berpindah tangan, maka pelaku jaringan Indonesia langsung memproses transaksi menggunakan mesin EDC ilegal lalu mengirimkan pembayaran ke sejumlah merchant di luar negeri,” papar AKBP Chandra.

Korban baru menyadari barang-barangnya hilang setelah mendapat notifikasi transaksi yang masuk ke ponsel.

“Semua dilakukan secara terstruktur dan perangkat ilegal yang dimiliki pelaku terhubung ke jaringan luar negeri,” ujar perwira menengah melati dua ini.

Ubud menjadi pilihan lokasi pelaku untuk beraksi karena padatnya wisatawan dan banyak titik keramaian yang memungkinkan aksi cepat tanpa terdeteksi.

Kapolres Gianyar mengimbau untuk wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata harap berhati-hati dan selalu menjaga barang berharga saat berada di tempat keramaian.