Pasca Banjir Sumatera Ribuan BTS Lumpuh, Pemulihan Jaringan Jadi Tantangan
- Telkomsel
Jakarta, VIVA Bali –Pasca banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar, ribuan BTS lumpuh, jaringan telekomunikasi terganggu. Telkomsel hadapi tantangan berat untuk memulihkan layanan dan akses internet.
Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menyisakan tantangan besar bagi pemulihan layanan telekomunikasi.
Ribuan BTS Telkomsel dilaporkan lumpuh, membuat sinyal telepon dan internet di sejumlah daerah masih belum normal.
Dalam keterangan resminya, Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, menegaskan, pihaknya bekerja keras untuk memulihkan jaringan, meski akses ke lokasi terdampak masih sulit.
“Di tengah tantangan infrastruktur dan akses yang terbatas, kami berkomitmen hadir dan memaksimalkan seluruh upaya. Kami juga memperluas bantuan kemanusiaan lewat kerja sama dengan berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” kata Saki. Minggu, 30 November 2025.
Dari data yang dihimpun Telkomsel, di Aceh terdapat lebih dari 1.430 site, 2.400 BTS, dan 15 STO yang terdampak.
Penyebab utama adalah pemadaman listrik, robohnya tower SUTET, dan akses jalan yang putus.
Beberapa lokasi bahkan hanya bisa dijangkau dengan perahu karet atau perangkat satelit.
Di Sumatera Utara, sekitar 1.100 site, 1.900 BTS, dan 10 STO masih lumpuh, khususnya di Gunung Sitoli, Teluk Dalam, dan Sibolga.
Gangguan ini disebabkan FO cut pada jalur Sibolga–Barus, memutus konektivitas di beberapa wilayah.
Sementara di Sumatera Barat, lebih dari 190 site, 360 BTS, dan 1 STO terdampak.
Kerusakan infrastruktur dan jalur backbone di beberapa titik menjadi hambatan utama pemulihan jaringan.
Nizar Fuadi, VP Network Strategic Collaboration and Settlement Telkomsel, menambahkan, pasokan listrik menjadi kunci agar BTS dapat kembali beroperasi.
“Akses ke site menjadi persoalan utama. Kami telah menyiapkan solar dalam jumlah kilo liter, yang langsung di-backup genset ketika lokasi bisa dijangkau. Itu kendala terbesar untuk pemulihan jaringan di kondisi bencana,” ujar Nizar.
Selain fokus memulihkan jaringan, Telkomsel juga menyalurkan bantuan sosial.
Di Aceh Singkil, lebih dari 400 KK pengungsi mendapat sembako dan air bersih.
Di Pidie Jaya, bantuan menjangkau lebih dari 1.200 KK melalui posko tanggap bencana.