Kerugian Banjir Padang Tembus Rp202,8 M, Enam Jembatan Putus dan Kota Nyaris Terbelah

Banjir bandang di Padang menelan kerugian fantastis
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Padang, VIVA Bali –Banjir besar yang melanda Padang memicu kerusakan infrastruktur hingga Rp202,8 miliar dengan enam jembatan putus, akses warga terputus, dan sejumlah fasilitas vital lumpuh, membuat sebagian kota nyaris terisolasi.

img_title Cegah Rabies, 384 Hewan Divaksin di Desa Yeh Embang Jembrana

Kota Padang masih berusaha bangkit setelah digempur banjir besar yang membuat sebagian wilayah nyaris terputus satu sama lain. 

Pemerintah Kota Padang mencatat kerusakan infrastruktur akibat bencana yang terjadi sejak akhir pekan lalu sudah mencapai Rp202,8 miliar. 

img_title Usaha Kayu di Jembrana Hangus Terbakar, Kerugian Finansial Mencapai Puluhan Juta

Angka itu merupakan estimasi sementara yang kemungkinan besar masih akan bertambah seiring pendataan yang terus berlangsung di lapangan.

Dilansir dari antaranews.com, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa situasi kali ini berbeda dari banjir-banjir sebelumnya. 

img_title Tingkatkan Budaya Siaga, BPBD Lombok Barat Latih Evakuasi Tsunami Warga Pesisir

Fadly menilai dampaknya jauh lebih kompleks, tidak hanya merusak fasilitas umum tetapi juga berimbas pada mobilitas masyarakat, layanan dasar, hingga munculnya korban jiwa. 

Menurut Fadly, intensitas hujan yang ekstrem dalam waktu lama membuat sejumlah aliran sungai meluap dan menghantam kawasan pemukiman maupun infrastruktur vital. 

“Bencana kali ini memukul banyak sisi kehidupan warga. Kami masih bekerja untuk memetakan kerusakan dan memastikan penanganannya tepat,” ujar Fadly. Minggu, 30 November 2025.

Kerusakan paling besar terlihat pada sektor jembatan. 

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, ada enam jembatan yang terdampak parah. 

Empat di antaranya putus total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan berat. 

Kondisi ini membuat sejumlah wilayah seperti Pauh, Lubuk Kilangan, dan Limau Manis sempat sulit dijangkau, terutama pada malam pertama banjir saat arus air masih sangat kuat. 

Akses utama yang biasanya menghubungkan warga ke pusat aktivitas terputus dalam sekejap, membuat mobilisasi bantuan sempat melambat.

Salah satu titik terparah adalah Jembatan Gunung Nago yang menjadi jalur penting bagi masyarakat Pauh yang hendak menuju Lubuk Kilangan. 

Putusnya jembatan ini menimbulkan kerugian hingga Rp45 miliar. 

Sementara itu, Jembatan Kalawi di Limau Manis juga dilaporkan mengalami putus total dengan potensi kerugian mencapai Rp35 miliar. 

Dua jembatan ini sebenarnya merupakan nadi pergerakan ekonomi di wilayah selatan Padang. 

Halaman Selanjutnya
img_title