Giveaway Atas Nama Gubernur Bali Hingga Ratusan Juta, Pemprov Pastikan Palsu

Tangkapan Layar Percakapan Penipu Dengan Modus Giveaway
Sumber :
  • Dok. Humas Pemprov Bali/ VIVA Bali

Denpasar, VIVA Bali –Nama Gubernur Bali Wayan Koster dicatut. Pelaku diduga menipu sejumlah orang berkedok giveaway dengan cara yang rapi dan meyakinkan.

img_title OJK Limpahkan Komisaris BPR DCN ke Jaksa, Diduga Rugikan Bank Puluhan Miliar Rupiah

Modusnya, pelaku menyebarkan pesan melalui whatsapp, panggilan video hingga surat palsu lengkap dengan logo resmi sejumlah instansi hingga foto pejabat pemerintah.

Pemerintah provinsi (Pemprov) Bali melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surya Manuaba memastikan bahwa iming-iming pemberian hadiah berupa uang tunai mengatasnamakan Gubernur Bali tidak benar.

img_title Juda Agung Masuk Bursa Calon Wakil Menteri Keuangan, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

“Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan segera mengabaikan pesan yang menawarkan hadiah mencurigakan,” tegas Karo Humas, Sabtu, 29 November 2025.

Dalam rilis yang diterima Bali.viva.co.id, pelaku menghubungi calon korbannya mengatasnamakan perwakilan Gubernur Bali.

img_title Pemprov Bali Luncurkan Kalender Kegiatan 2026, Ada 56 Event untuk Dongkrak Pariwisata

Mereka menginformasikan bahwa penerima pesan memenangkan hadiah hingga ratusan juta.

Tidak berhenti sampai di situ. Pelaku juga mengirimkan dokumen palsu mengunakan atribut lembaga negara seperti kementerian keuangan, kepolisian, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk mencairkan hadiah, korban diminta membayar biaya aktivasi sebesar Rp350 ribu sebagai syarat penyerahan hadiah. Pelaku juga meyakinkan bahwa uang itu tidak hilang dan akan dikembalikan bersamaan dengan hadiah yang akan diterima ke rekening korban,” papar Manuaba.

Karo Humas menegaskan Pemprov Bali tidak pernah mengadakan giveaway dalam bentuk uang tunai dan meminta biaya administrasi kepada masyarakat dengan alasan apapun.

Masyarakat diminta waspada terhadap penggunaan foto pejabat, logo kementerian atau kop surat palsu. Penipu kerap mendesain ulang logo untuk meyakinkan korbannya.

Jika ada warga yang menerima pesan serupa, dapat melaporkan kepolisan terdekat atau menghubungi kanal resmi Pemprov Bali.