Pasar Global Sempat Terguncang, Perdagangan Cme Mendadak Mati

Kantor CME Group di Chicago, Amerika Serikat.
Sumber :
  • https://pin.it/6IeCdi5N7

Jakarta, VIVA BaliSetelah terjadi gangguan teknis pada pusat data yang bertanggung jawab atas sistem perdagangan global, perdagangan futures dan options di CME Group, salah satu bursa derivatif terbesar di dunia, dihentikan sementara pada tanggal 28 November 2025.  Sebagian besar kontrak komoditas, indeks, mata uang, dan obligasi tidak dapat diperdagangkan karena masalah ini.  CME mengumumkan penangguhan karena masalah sistem pendinginan di pusat data CyrusOne. Masalah tersebut menghentikan platform elektronik CME untuk memproses order dan memperbarui harga secara real-time.

img_title Apa Bunga Kamu ? Yuk Intip Makna Bunga Bulan Kelahiranmu Di Sini

Gangguan ini memengaruhi pasar internasional.  Indeks Dow Jones, S&P 500, Nasdaq-100, minyak, emas, dan komoditas agrikultur semuanya ditutup.  Selain itu, instrumen valuta asing (FX futures), kontrak bunga dan obligasi AS juga terkena dampak.  Gangguan CME juga berdampak di Asia, termasuk Indonesia.  Karena tidak adanya pembaruan harga komoditas dan indeks global, sejumlah broker lokal menghentikan transaksi Dow Jones dan indeks global lainnya sementara. Tidak adanya acuan harga dari CME, juga menyebabkan para pelaku pasar menghadapi banyak ketidakpastian.

Lantaran CME berfungsi sebagai pusat acuan harga dan likuiditas untuk banyak pasar internasional, gangguan ini dianggap sangat penting.  Keputusan tentang hedging, trading, dan manajemen risiko di seluruh dunia terhambat ketika sistemnya berhenti berfungsi.  Analis memperingatkan bahwa ada kemungkinan besar akan terjadi banyak ketidakpastian saat perdagangan kembali dibuka.  Di menit-menit awal pembukaan, pergerakan harga dapat melonjak karena banyak order yang belum tereksekusi dan ketidakpastian pasar.

img_title Michael Edy Hariyanto Janji Carikan Solusi untuk Club Bola Banyuwangi yang Belum Ber-AHU dan Ber-SIAP

Sebuah tim teknis sedang bekerja untuk memulihkan sistem, menurut CME.  Saat pusat data beroperasi secara normal, waktu pembukaan kembali akan diumumkan.  Ini menegaskan kembali pentingnya infrastruktur digital dalam pasar keuangan global dan menunjukkan betapa rentannya sistem jika terjadi gangguan fisik di pusat data.