Hari Guru Nasional, Mendikdasmen Imbau Masyarakat Hargai Jerih Payah Guru
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/01/30/mendikbud.jpg.webp
Bali, VIVA Bali –Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajak masyarakat untuk tidak menilai kinerja guru dari angka semata, serta menghargai jerih payah dan dedikasi para pendidik. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan sebelum guru mengambil peran membantu mendidik generasi bangsa.
Pesan tersebut ia sampaikan dalam pidato upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, dan disiarkan secara daring dari Jakarta pada Selasa, 25 November 2025.
“Jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka. Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai,” ujar Abdul Mu'ti dikutip dari Antaranews.
Menurutnya, guru merupakan agen pembelajaran sekaligus agen peradaban karena memikul tugas mencerdaskan, membangun nalar kritis, serta membentuk akhlak mulia pada peserta didik.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran guru semakin penting di tengah berbagai tantangan yang kini dihadapi murid, seperti permasalahan akademik, sosial, moral, spiritual, hingga ketergantungan gawai, judi online, masalah ekonomi keluarga, dan isu keharmonisan rumah tangga.
“Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru,” ucapnya.
Selain itu, Abdul Mu'ti juga mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri dalam menjalankan tugas mulia tersebut. Menurutnya, guru idealnya memiliki stamina intelektual, sosial, dan moral yang kuat agar mampu menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.