Polres Badung Perkuat Edukasi dan Pendampingan Pemohon SIM Lewat Program Polantas Menyapa
- https://rri.co.id/bali/daerah/1993988/polres-badung-hadirkan-pelayanan-sim-bebas-pungli
Badung, VIVA Bali –Satuan Lalu Lintas Polres Badung memperluas layanan publik dengan menekankan aspek edukasi dan pendampingan menyeluruh bagi warga yang mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM). Melalui program “Polantas Menyapa”, petugas tidak hanya menerima permohonan administrasi, tetapi juga memberikan penjelasan lengkap mengenai seluruh tahapan pembuatan SIM, mulai dari persyaratan, alur pelayanan, hingga mekanisme ujian teori dan praktik.
Program yang berlangsung di Gedung Satlantas Polres Badung ini menyasar pemohon SIM yang sering kali masih bingung dengan proses resmi. Dalam pelaksanaannya, petugas aktif menjelaskan setiap langkah agar masyarakat memahami jalur yang benar tanpa harus bergantung pada pihak lain. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi lalu lintas masyarakat sejak tahap pembuatan SIM.
Dikutip dari rri.co.id/bali, Kasat Lantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih, SH, MH, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk mendekatkan layanan kepolisian dengan warga.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang datang mengurus SIM mendapat informasi yang jelas, layanan yang cepat, serta terbebas dari praktik percaloan. Ini bagian dari upaya kami menciptakan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya,” ujar AKP Tiviasih, Senin, 24 November 2025.
Ia menambahkan bahwa edukasi menjadi elemen penting dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas.
“Harapan kami, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengikuti proses yang resmi dan benar. Kami juga ingin membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dari proses awal, yaitu saat pembuatan SIM. Semoga ini menjadi langkah kecil yang memberi dampak besar bagi pelayanan kepolisian yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.
Selama kegiatan, personel Satlantas memandu masyarakat dari awal hingga akhir proses. Mereka membantu pemohon memahami berkas yang dibutuhkan, menjelaskan standar ujian, dan memastikan peserta menjalani tahapan sesuai aturan. Pendekatan yang lebih komunikatif ini membuat pemohon merasa lebih nyaman dan tidak ragu bertanya saat mengalami kesulitan.
Warga yang hadir menyambut baik model pelayanan ini karena dianggap memudahkan mereka yang baru pertama kali mengurus SIM maupun yang melakukan perpanjangan. Pendampingan langsung dari petugas dinilai membuat proses lebih transparan, terarah, dan mudah dipahami.