Aroma Ketertutupan Kontraktor Alen, Proyek Irigasi Kemen PU Senilai 22 Miliar Kian Tercium

DI Bajulmati yang sudah mengering selama 2 bulan
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Pengeringan sungai Daerah Irigasi (DI) Bajulmati yang sudah berlangsung hampir 2 bulan terus menimbulkan keresahan pada ratusan petani 4 Desa di Kabupaten Banyuwangi karena harus kehilangan 1 musim tanam. Ratusan petani tersebut juga kawatir jika akhir dari pengeringan tidak sesuai dengan jadwal kesepakatan. 

img_title Nasib Malang Pedagang Nasi Goreng Harjono, Korban Pencurian di Areal Pasar Wongsorejo

Inilah aktifitas yang dilakukan Wagiyo setiap hari sejak sungai DI Bajulmati berhenti mengalir sejak 2 bulan lalu. Senin, 24 November 2025. 

Membersihkan rumput serta ilalang yang mulai tumbuh dan meninggi di areal persawahan yang sudah tidak lagi ditanami. 

img_title Bukan Sekadar Baris-berbaris, Ini Prestasi Bergengsi 25 Siswa Anggota Paskibraka Wongsorejo

Hal tersebut dilakukan agar areal persawahannya akan siap untuk kembali ditanami padi saat aliran sungai DI Bajulmati kembali mengalir. 

“Apa yang bisa saya lakukan, ya hanya ini saja karena memang sungai telah mengering. Kalau hanya diam di rumah pasti akan semakin stress,” ujar petani di Desa Bajulmati, Wagiyo. 

img_title Tumin Warga Desa Alasejo, Lansia Terlantar yang Berjuang Melawan Maut Tanpa Keluarga

Hal yang tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Marsa’at yang tetap aktif mendatangi areal persawahan miliknya di Dusun Galekan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi tersebut. 

“Dalam hal ini (pengeringan sungai) kami petani bisa apa? Setiap rapat sosialisasi atau mediasi pun kami petani hanya bisa diam dan bilang iya. Hanya itu pilihan dalam benak kami,” ujar Marsa’at. 

Ketua Kelompok Tani Bunga Sedap Malam, Desa Bajulmati ini merasa tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah. 

“Kami petani juga punya hati dan perasaan, jika kami menolak, yaa apa iya akan disetujui? Apalagi ini program Pemerintah,” kata Marsa’at pada VIVA News. 

Namun Marsa’at berharap ada sebuah perhatian dari Pemerintah terhadap semua pihak yang terdampak akibat pelaksaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Bajulmati. 

“Berilah penghargaan atau sesuatu buat kami para petani ini. Bagi buruh tani yang kehilangan mata pencaharian, juga tolong diperhatikan. Misalnya kontraktor proyek butuh pekerja kasar, ajaklah para buruh tani tersebut,” harap Ketua Poktan Desa Bajulmati, Bunga Sedap Malam ini. 

Memasuki pekan terakhir Bulan November 2025, keresahan juga mulai melanda petani terkait batas waktu kesepakatan pengeringan sungai DI Bajulmati. 

Halaman Selanjutnya
img_title