Petani Kehilangan Jatah Phonska, e-RDKK Dipertanyakan di Wongsorejo

Pupuk bersubsidi yang keberadaannya semakin hilang di Wongsorejo
Sumber :
  • Istimewa

Banyuwangi, VIVA Bali –Persoalan pupuk bersubsidi seolah tidak pernah usai di wilayah Kecamatan Wongsorejo terutama saat memasuki musim tanam. Sejumlah petani kini mengeluhkan semakin sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga seharusnya. 

img_title Bukan Sekadar Nongkrong: Rasakan Adrenalin Mancing Malam Minggu di Kalitopo di Desa Sidodadi!

Seperti yang dialami Busait yang harus pulang dengan tangan hampa saat berniat menebus bersubsisi di kios pupuk Mitra Usaha Wonotani. Sabtu, 22 November 2025. 

Kekecewaan pun harus mendera warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut karena tidak berhasil menebus jatah pupuk jenis Phonska miliknya. 

img_title Siswa SLTP di Wongsorejo Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Dibawah Umur

Berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), seharusnya Busait mendapatkan alokasi pupuk phonska sebanyak 3,5 kuintal. 

“Saya baru menebusnya 1 kuintal karena memang kebutuhan kami hanya sejumlah tersebut. Nah, berarti saya seharusnya masih punya sisa sekitar 2,5 kuintal,” ujar seorang petani, Busait. 

img_title Nasib Malang Pedagang Nasi Goreng Harjono, Korban Pencurian di Areal Pasar Wongsorejo

Namun saat Busait membutuhkan sisa pupuk tersebut sudah tidak bisa karena stok pupuk bersubsidi jenis pohnska sudah habis. 

“Lalu siapa yang menggunakan jatah pupuk saya kok bisa sudah tidak ada lagi di kios pupuk. Ini kan jadi bingung saya,” tutur Busait pada VIVA News. 

Selain Busait, petani lain Dodik juga mengaku kehilangan jatah pupuk phonska miliknya yang mengacu pada e-RDKK. 

“Saat kami akan menebus pupuk phonska jatah kami, kata pemilik kios sudah habis. Pemilik kios mengaku hanya tersisa pupuk Urea,” kata kerabat Dodik, Abdullah. 

Abdullah mengaku tidak mungkin menebus pupuk bersubsidi jenis Urea karena yang tercatat jatah pupuk bersubsidi yang seharusnya didapatkan adalah jenis phonska. 

“Bukan hanya saya, tadi juga ada beberapa petani lain yang berniat menebus pupuk jenis phonska juga habis katanya. Kok bisa demikian,” aku Abdullah penuh tanda tanya. 

Sementara itu pemilik kios pupuk Mitra Usaha Wonotani Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Edi Harsono membenarkan jatah pupuk phonska untuk para petani tersebut memang sudah kosong 

“Stok pupuk phonska kami untuk para petani tersebut memang tidak ada. Kebetulan di kios kami (ponska) memang kosong,” jelas pemilik kios pupuk Mitra Usaha Wonotani, Edi Harsono pada VIVA News. 

Halaman Selanjutnya
img_title