Air Sungai Hilang, Musim Tanam Petani Bajulmati Luruh Bersama Proyek Irigasi Kemen PU

Lahan siap tanam petani yang mulai kekurangan pasokan air
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali –Pengeringan sungai Daerah Irigasi (DI) Bajulmati yang sudah berjalan hampir 2 bulan akibat dampak pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi daerah irigasi Bajulmati mulai menimbulkan keresahan ratusan petani karena mereka kehilangan 1 musim tanam hingga mengalamai kerugian material. 

img_title Bukan Sekadar Nongkrong: Rasakan Adrenalin Mancing Malam Minggu di Kalitopo di Desa Sidodadi!

Seperti yang dirasakan ratusan petani Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu, 22 November 2025. 

Mereka kini hanya bisa pasrah karena harus kehilangan 1 musim panen karena adanya pengeringan sungai selama 2 bulan. 

img_title Siswa SLTP di Wongsorejo Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Dibawah Umur

Pengeringan dilakukan akibat adanya dampak dari pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Bajulmati. 

“Kalau tidak ada air seperti ini, bagaimana kami akan memulai musim tanam. Hal tersebut sangat mungkin tidak terjadi saat sungai mengering,” ujar Ketua Kelompok Tani Bunga Sedap Malam, Marsa’at. 

img_title Nasib Malang Pedagang Nasi Goreng Harjono, Korban Pencurian di Areal Pasar Wongsorejo

Terhentinya musim tanam yang menimpa petani menggangu perekonomian petani serta buruh tani yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. 

“Jika petani memiliki usaha lain, mungkin terhentinya musim tanam tidak akan banyak berpengaruh tapi bagaimana dengan petani seperti saya yang hanya hidup dari pertanian?,” tutur Marsa’at kala ditemui di areal persawahan Dam Bayi. 

Kondisi yang paling memprihatinkan dialami buruh tani yang kini harus pontang panting karena kehilangan mata pencaharian. 

“Kami petani memang hanya bisa bilang iya dan setuju. Kami tidak mungkin menolak proyek pemerintah itu tapi alangkah bijaknya jika kami yang terkena dampak ini juga dipikirkan,” kata Ketua Poktan Bunga Sedap Malam. 

Dalam kesempatan yang berbeda, Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro membenarkan adanya pengeringan sungai tersebut. 

“Itu proyek dari Kementerian wilayah Balai Besar Sungai Brantas yang berlokasi di Desa Wonorejo, Desa Banjulmati dan Bendung Bajulmati.” ungkap Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro. 

Dalam pelaksanaanya, Puput mengaku telah melakukan semua prosedur yang seharusnya sejak proyek yang menelan dana 22 miliar rupiah ini dimulai. 

“Terkait pelaksanaan proyek sudah bersurat ke berbagai instansi termasuk semua pihak yang berasal dari Desa Wonorejo maupun Desa Bajulmati,” tandas Pujiantoro pada VIVA News. 

Halaman Selanjutnya
img_title