Insiden Bendera Dicoret Picu Dorongan Edukasi Kebangsaan bagi Generasi Muda Jembrana
- https://rri.co.id/denpasar/daerah/1984895/pelecehan-bendera-merah-putih-ini-pernyataan-bupati-jembrana
Jembrana, VIVA Bali –Insiden pencoretan dan penurunan Bendera Merah Putih di depan Kantor Bupati Jembrana tidak hanya memicu kecaman, tetapi juga mendorong pemerintah daerah memperkuat edukasi kebangsaan bagi generasi muda. Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam, 18 November 2025 itu kini menjadi momentum bagi Pemkab Jembrana untuk menanamkan kembali pemahaman tentang simbol negara dan nilai perjuangan bangsa.
Dikutip dari rri.co.id/denpasar, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa tindakan vandalisme terhadap bendera negara tidak bisa ditoleransi. Ia menilai kejadian itu sebagai pelecehan terhadap simbol kedaulatan dan persatuan.
“Saya menyesalkan sekaligus juga mengecam tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab menurunkan bendera Merah Putih dan mencoret-coret. Bagi saya, bendera Merah Putih itu bukan sekadar kain, tapi adalah simbol kedaulatan, sejarah, juga perjuangan. Jadi ini adalah sesuatu yang menurut saya sudah melecehkan lambang negara,” ujarnya, Rabu, 19 November 2025.
Atas insiden tersebut, Pemkab Jembrana langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan. Pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan pengungkapan pelaku kepada pihak kepolisian. “Maka dari itu, kami pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim, dan seluruh aparat untuk bisa membantu menyelesaikan persoalan ini. Kami serahkan sepenuhnya kepada Ibu Kapolres terhadap kasus ini,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati Kembang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Ia memastikan aparat telah bekerja maksimal menangani kasus ini. “Saya juga berharap kepada masyarakat Jembrana, jangan terprovokasi, tetap tenang, karena semua persoalan ini kita sudah tangani bersama, dan dari pihak kepolisian sudah bekerja keras untuk itu,” katanya.
Sebagai langkah jangka panjang, Bupati Kembang menilai insiden ini harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda. Ia menegaskan kembali bahwa Bendera Merah Putih adalah simbol yang wajib dijaga dan dihormati oleh seluruh warga negara. “Ke depan tentu kita akan bersama-sama melakukan edukasi ke masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami, mengetahui bagaimana wawasan kebangsaan,” jelasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar nilai perjuangan dan nasionalisme terus dikobarkan. “Bendera Merah Putih itu simbol negara, lambang kedaulatan. Di situ simbol persatuan juga. Ada sejarah, ada nilai-nilai perjuangan. Jadi harus betul-betul sebagai generasi muda, penerus perjuangan ini, harus betul-betul kita pahami, kita hayati, dan tentu kita harus selalu kobarkan semangat perjuangan para pendiri bangsa kita,” tutupnya.