Inovasi Dupa dari Ampas Kopi Jadi Sorotan, UMKM Difabel Dapat Dukungan Pemprov Bali
- https://rri.co.id/denpasar/daerah/1977386/gubernur-koster-dan-ny-putri-dukung-umkm-difabel
Denpasar, VIVA Bali –Inovasi unik dari pelaku UMKM difabel mencuri perhatian dalam gelaran Pasar Murah menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan di depan Kantor Gubernur Bali, Minggu, 16 November 2025. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dupa berbahan ampas kopi yang dikembangkan kelompok usaha difabel Difel Cafe Gantari Jaya.
Difel Cafe yang dikelola penyandang disabilitas tidak hanya menjual kopi, tetapi juga mengolah ampas kopi dari mesin barista menjadi produk dupa. Terobosan ini menunjukkan bahwa kreativitas tetap tumbuh di tengah keterbatasan, sekaligus membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan.
Dikutip dari rri.co.id/denpasar, Ketua KUBE Gantari Jaya, I Nyoman Juniartha, menyampaikan bahwa usaha mereka merupakan simbol kemandirian difabel. Ia juga menjelaskan pemilihan bahan baku yang digunakan dalam produksi dupa tersebut.
“Yang dipakai bukan endapan kopi setelah diminum, tapi ini ampas yang dihasilkan mesin barista. Ini sudah kami diskusikan dengan pemuka agama,” terangnya.
Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua TP PKK Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam acara tersebut menjadi dukungan moral bagi para pelaku UMKM. Ny. Putri Koster mengapresiasi kreativitas para difabel dan mendorong mereka untuk terus mengembangkan usaha dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan. Ia juga mengingatkan agar produksi dupa tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.
Dukungan tersebut semakin nyata ketika Gubernur Koster dan Ny. Putri Koster memborong 100 cup kopi dari Difel Cafe dan 25 cup kopi dari UMKM lainnya untuk dibagikan gratis kepada pengunjung. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap penguatan ekonomi kelompok rentan.
Selain sebagai ruang apresiasi UMKM difabel, Pasar Murah juga berfungsi menjaga stabilitas harga menjelang hari raya. Gubernur Koster menyebut tingginya antusiasme masyarakat sebagai sinyal positif.
“Masyarakat antusias berbelanja. Saya kira ini sangat membantu karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengendalikan inflasi,” ujarnya, dikutip dari rri.co.id/denpasar.
Pasar Murah kali ini menghadirkan 50 UMKM binaan Pemprov Bali, Bank Indonesia, BPD, dan OJK. Di tengah ragam produk hari raya, inovasi dupa ampas kopi karya difabel menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari tangan-tangan yang jarang mendapat sorotan.