Investigasi Penumpukan Sedimen DI Bajulmati, Pemilik Warung Kopi Intimidasi Jurnalis VIVA News
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Sedimen hasil pengerukan daerah irigasi (DI) Bajulmati yang dilakukan secara manual ditumpuk di bahu jalan serta di pinggiran sungai. Sedimen tersebut berupa campuran tanah, sampah plastik serta beberapa pecahan kaca.
Inilah kondisi bahu jalan di depan Pasar Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu, 15 November 2025.
Perbedaan bahu jalan dengan aspal jalan raya semakin menipis bahkan dibeberapa tempat sudah terlihat rata setelah bahu jalan ditumpuk dengan sedimen hasil pengerukan DI Bajulmati.
Jika dilihat sekilas, kondisi tersebut membuat pengendara yang berada di bahu jalan lebih mudah untuk naik ke aspal jalan raya yang biasanya lebih tinggi dari bahu jalan.
“Itu urukan dari sedimen sungai di belakang. Sama pekerjanya dibuang disini, katanya agar tanahnya lebih rata dengan aspal,” ujar seorang pedagang pasar Desa Bajulmati, Bambang.
Namun jika diperhatikan secara seksama, tanah urukan yang berasal dari sedimen tersebut cukup membahayakan karena banyak pecahan kaca serta benda tajam lainnya.
“Yang namanya dari dasar sungai, apa saja bisa ada di sini (sedimen). Sampah sudah pasti, lihat saja ini juga ada pecah kacang. Ini berbahaya bagi pejalan kaki,” tutur warga lain, Manto.
Tumpukan sedimen juga berada di tepi sungai DI Bajulmati yang mempersempit akses jalan warga di pinggiran sungai.
Malahan ada juga sedimen hasil pengerukan secara manual tersebut ditumpuk di sebuah warung kopi yang berada di tepi sungai.
“Sedimennya juga ada yang ditaruh di warung kopi sebelah timur sungai. Saya tidak tahu pasti alasan kenapa sedimen tersebut ditaruh di sana,” kata warga lain, Hadi.
Temuan ini sempat didokumentasinya VIVA News namun dihalang-halangi seorang warga yang diduga merupakan merupakan pemilik warung kopi tersebut dengan melakukan upaya intimidasi.
“Kenapa foto-foto warung saya?. Saya tidak suka dan tidak saya izinkan untuk dilakukan foto-foto,” sergah seorang warga, S alias M pada VIVA News.
Intimidasi yang dilakukan S alias M memunculkan indikasi ada sesuatu yang sengaja di sembunyikan.