Hari ke 3 Pencarian, Korban Terseret Arus di Sungai Biluk Poh Belum Ditemukan
- I Nyoman Sudika / VIVA Bali
Jembrana, VIVA Bali –Pencarian korban terseret arus di sungai Bilukpoh, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali terus dilakukan tim SAR gabungan. Namun hingga hari ke 3 pencarian korban masih belum ditemukan. Jumat 14 November 2025.
Pencarian korban dilakukan oleh tim SAR Gabungan dengan menyusuri aliran sungai. Penyisiran dilakukan mulai dari korban terseret arus hingga di sepanjang pantai Delod Berawah, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo.
Berbagai kendala pencarian yang dialami tim pencarian yakni medan yang sulit terjal dan bebatuan disepanjang aliran sungai. Selain itu faktor cuaca juga mempengaruhi proses pencarian. Saat hujan deras, air sungai Bilukpoh cepat meluap, terutama jika hujan deras terjadi diwilayah pegunungan.
“Untuk hari ini dipengaruhi faktor cuaca, tadi pagi sempat pencarian, karena hujan deras, pencarian sementara dihentikan,”ungkap Koordinator Pos Pertolongan dan Pencarian Kabupaten Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan pada Bali.viva.co.id
Pihaknya menjelaskan upaya pencarian korban dengan melibatkan tim SAR gabungan dibantu warga hingga Jumat Sore belum membuahkan hasil.
“Kobran atas nama Abdurahman Agus (57) asal Jombang, Jawa Timur belum ditemukan,”ungkapnya.
Sebelumnya tiga pekerja proyek pengerjaan bendung Tlepus di sungai Bilukpoh dilaporkan hanyud terseret arus pada Rabu Sore 12 November 2025 sekira pukul 16.00 Wita. Saat itu dua orang korban yakni Abdurahman Agus dan Syahrudin Rizki Tampubolon (46) asal Surabaya, Jawa Timur usai bekerja mandi di sungai. Namun naas keduanya tidak menyadari air sungai meluap dan keduanya terseret arus. Korban Syahrudin Rizki Tampubolon sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Delod Berawah sore itu juga.
Korban sempat hendak ditolong oleh rekannya Moch Riski Nanda Saputra (24) asal Surabaya, namun rekannya ikut terseret beruntung bisa menyelamatkan diri.