Jembatan Penghubung Dua Desa di Lombok Timur Amblas Dihantam Luapan Irigasi

Kondisi Jembatan Montong Gading Pasca Ambruk
Sumber :
  • Amrullah/VIVA Bali

Lombok Timur, VIVA Bali –Intensitas hujan yang tinggi disertai angin dan petir sejak Kamis 13 November 2025 siang hingga menjelang magrib membuat saluran irigasi di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, meluap. Derasnya arus menyeret jembatan penghubung Desa Montong Betok dan Desa Pringgajurang hingga amblas.

img_title Dugaan Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur, Kerugian Capai Ratusan Juta

Warga setempat, Ibrahim, menjelaskan jembatan itu tidak mampu menahan tekanan air yang meningkat mendadak. Ia menyebut luapan yang melampaui badan jembatan membuat konstruksinya runtuh.

“Karena air besar dan deras, jembatan ini nggak mampu menahan. Jembatan ini juga agak pendek dan rendah. Bahkan tanggul sawah saya juga ambruk oleh luapan air ini,” ujar Ibrahim. Jumat 14 November 2025.

img_title Mencekam! Angin Kencang Ngamuk di Lombok Timur, Atap Rumah Warga Terbang Terhempas

Ia menyampaikan kondisi tersebut langsung mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak sekolah yang setiap hari diantar menggunakan sepeda motor.

“Dengan kondisi jembatan seperti ini, anak-anak bila hendak diantar ke sekolah menggunakan sepeda motor harus memutar sekitar 4–5 kilometer,” katanya.

img_title Amukan Angin Kencang di Suela Rusak Atap Rumah Warga hingga Pagar RSUD Selaparang

Kepala Desa Montong Betok, Dian Asmara, menegaskan kerusakan jembatan dan badan jalan menuju Pringgajurang dipicu luapan irigasi yang tidak mampu menampung volume air. Ia mengatakan pengecekan lapangan dilakukan bersama camat sesaat setelah menerima laporan warga.

“Kemarin pasca kejadian, kami bersama pak camat langsung menuju lokasi untuk melihat kondisinya, dan memang sesuai laporan, jalannya putus,” ujarnya.

Dian mengungkapkan hasil peninjauan itu langsung dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia menerangkan desa telah membuat surat resmi kepada Bupati Lombok Timur sebagai dasar penanganan lanjutan.

“Itu sudah kita lakukan dan tadi suratnya sudah jalan untuk dibawa pak camat ke kabupaten. Mudah-mudahan hari ini atau besok langsung dicek dinas terkait,” ucapnya.

Ia menambahkan luapan air tidak hanya memutus akses antar desa, tetapi juga masuk ke area persawahan warga. Ia menilai perbaikan saluran irigasi merupakan prioritas agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

“Untuk sementara jalur itu kita tutup dengan memasang police line, untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya.