Ramai Penipuan Investasi Catut Nama Hashim Djojohadikusumo, Jubir Sebut Publik Harus Waspada

Penipuan Investasi Catut Nama Hasjim Djojohadikusumo Viral
Sumber :
  • ANTARA/HO-TKN FANTA

Jakarta, VIVA Bali –Penipuan berkedok investasi makin nekat dengan mencatut nama Hashim Djojohadikusumo. Jubirnya pun angkat bicara, mengingatkan publik untuk ekstra waspada agar tak jadi korban jebakan online.

img_title Detoks Media Sosial Saat Weekend, Benarkah Baik untuk Kesehatan Mental?

Nama tokoh nasional Hashim S. Djojohadikusumo kembali dicatut dalam penipuan investasi di media sosial

Belakangan ini, beredar sejumlah akun yang memakai nama dan foto Hashim untuk mengirim pesan ajakan investasi kepada masyarakat. 

img_title Ketegangan Timur Tengah Memanas, Iran lancarkan Serangan Balasan ke Fasilitas Militer AS

Dilansir dari VIVA.CO.ID, Tim dari pihak Hashim pun langsung buka suara.

Juru Bicara Hashim, Ariseno Ridhwan, menegaskan bahwa semua akun tersebut palsu dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hashim. 

img_title Warga Gagalkan Perampokan Bermodus Setrum Viral di Media Sosial

Ariseno mengatakan, Hashim tidak punya dan tidak mengelola akun media sosial jenis apa pun. 

Jadi kalau muncul akun yang mengatasnamakan dirinya, apalagi menawarkan investasi, sudah pasti itu penipuan.

“Dengan ini kami menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar,” ujar Ariseno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 14 November 2025.

Ariseno juga menambahkan, Hashim tidak pernah memberikan kuasa kepada siapa pun untuk melakukan promosi, pengumpulan dana, atau penawaran investasi atas namanya. 

Jadi segala aktivitas, unggahan, dan ajakan investasi yang mengatasnamakan Hashim adalah murni tindakan pihak tidak bertanggung jawab.

“Setiap akun yang menggunakan nama, foto, video, atau citra diri Bapak Hashim untuk kepentingan apa pun, termasuk ajakan berinvestasi, adalah akun palsu,” tegas Ariseno.

Dengan makin banyaknya modus penipuan yang berkeliaran di media sosial, Ariseno mengimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati. 

Jangan mudah percaya pada pesan atau akun yang mengaku dekat dengan tokoh publik lalu mengiming-imingi keuntungan investasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai, merespons, atau melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mengatasnamakan Bapak Hashim,” ujar Ariseno.

Ariseno menekankan bahwa segala bentuk unggahan atau pernyataan di akun-akun palsu itu berada di luar tanggung jawab Hashim maupun timnya.

Belakangan, penipuan investasi dengan modus memakai nama tokoh publik memang makin marak. 

Biasanya, pelaku membuat akun media sosial palsu, memasang foto tokoh terkenal, lalu mengirim pesan pribadi berisi tawaran “investasi aman” atau “keuntungan cepat.” 

Halaman Selanjutnya
img_title