Bali Mantapkan Langkah Jadi Destinasi Wisata Tanpa Tunai

Deputi Gubernur BI di sela acara Baligivation 2025.
Sumber :
  • https://bali.antaranews.com/berita/393093/bi-inisiasi-travel-pack-ekosistem-pembayaran-di-bali

Denpasar, VIVA Bali – Wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata kini mulai menikmati pengalaman baru: bertransaksi tanpa uang tunai. Dari pembayaran transportasi, kuliner, hingga cendera mata, sistem digital kian terintegrasi di berbagai titik wisata Bali.

img_title PHRI Bongkar Anomali Pariwisata Bali, Sebut Hotel Tak Berizin Sedot Banyak Wisatawan

Langkah ini bukan terjadi begitu saja. Bank Indonesia (BI) memperkuat ekosistem pariwisata digital lewat peluncuran layanan “Indonesia Tourist Travel Pack” di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Program tersebut menjadi pintu masuk bagi wisatawan asing untuk langsung terkoneksi dengan sistem pembayaran elektronik di Indonesia.

Dikutip dari bali.antaranews.com, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menilai, sebagai destinasi kelas dunia, Bali seharusnya menjadi contoh transformasi digital di Tanah Air, termasuk dalam urusan pembayaran.

img_title Dukung Pengurangan Sampah Plastik, Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Kedonganan

“Kemudian transaksi menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan di Bali,” ucapnya di Denpasar, Selasa (11/11).

Melalui inisiatif itu, wisatawan dapat memperoleh kartu seluler Indonesia, uang elektronik berbasis cip, dan panduan registrasi dompet digital (e-wallet). Dengan begitu, mereka tak perlu repot menukar uang tunai begitu tiba di bandara.

img_title Gelandangan Wisman Jangan Harap Bisa Masuk Bali, Gubernur Koster Bakal Terapkan Saringan Tabungan

Selain paket pembayaran, BI juga memperkenalkan buku panduan “QRIS Wisata Nusantara” yang berisi rekomendasi destinasi, kuliner, hingga pengalaman budaya lokal. Panduan ini membantu wisatawan menjelajahi berbagai daerah dengan transaksi digital yang lebih mudah dan aman.

“Ketiga inisiatif itu ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang ramah wisatawan dan semakin siap menuju ekosistem pariwisata yang cashless dan digital,” ujar Filianingsih.

Penerapan sistem ini sekaligus memperlihatkan laju transformasi digital Bali yang kian cepat. Dalam lima tahun terakhir, pengguna QRIS melonjak hingga 58 juta pengguna dengan 41 juta gerai, sementara nilai transaksinya menembus Rp1.900 triliun atau setara Rp1,9 kuadriliun.

Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya perekonomian Bali yang mencapai 5,88 persen pada triwulan III-2025. Sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung utama, menyumbang lebih dari 64 persen devisa nasional.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan dukungan teknologi, Bali perlahan meneguhkan diri sebagai destinasi wisata tanpa uang tunai, di mana kemudahan digital menjadi bagian dari pesona Pulau Dewata. Transformasi ini menegaskan kesiapan Bali menyambut wisatawan global yang semakin mengandalkan kemudahan transaksi digital di setiap langkah perjalanan mereka.