Kesanga Fest Disiapkan Jadi Brand Budaya Kota Denpasar

Wakil Walikota Denpasar
Sumber :
  • https://rri.co.id/denpasar/daerah/1964299/wawali-denpasar-buka-fgd-road-to-kesanga-fest

Denpasar, VIVA BaliPemerintah Kota Denpasar tengah menyiapkan langkah untuk menjadikan Kesanga Festival sebagai brand budaya resmi kota. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka FGD Road to Kesanga Fest 2026 yang digagas Pasikian Yowana Kota Denpasar di Uma Dewi Kecak Dance Waribang, Kesiman, Minggu (9/11/2025).

img_title Ogoh-Ogoh, Simbol Perang Melawan Kejahatan ala Bali

Forum diskusi ini menghadirkan seluruh Ketua STT dan sanggar seni se-Kota Denpasar, sebagai ruang bertukar ide dan mengevaluasi pelaksanaan festival tahun sebelumnya.

Dikutip dari rri.co.id/denpasar, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar AA Made Angga Harta Yana menuturkan, ogoh-ogoh merupakan bagian penting dari tradisi Bali yang kini berkembang menjadi wadah ekspresi kreatif kaum muda.

img_title Cara Mempercepat Laptop Windows Tanpa Install Ulang dengan Langkah Sederhana

“Rangkaian Hari Suci Nyepi di Denpasar kini juga diisi kegiatan anak muda berbasis kreativitas bernama Kesanga Festival, yang telah menjadi barometer seni di Kota Denpasar,” ujarnya.

Ia berharap forum ini dapat memperkuat arah pengembangan festival agar semakin menampung ide dan inovasi generasi muda.

img_title Cara Memilih SSD Terbaik untuk Laptop Lama & Panduan Pasang

“Harapannya kegiatan ini dapat mengevaluasi dan mengembangkan Kesanga Fest, sehingga terus mewadahi kreativitas anak muda, khususnya seni ogoh-ogoh,” katanya.

Sementara itu, Wawali Arya Wibawa menekankan pentingnya konsistensi generasi muda dalam menjaga kualitas festival yang tumbuh dari kreativitas mereka sendiri.

“Perhelatan Kesanga Festival harus terus meningkat kualitasnya. Setiap anggota Yowana diminta menyumbangkan ide, tidak hanya dari narasumber saja, karena festival ini lahir dari anak muda dan untuk anak muda,” tegasnya.

Pemkot Denpasar juga menyiapkan pematenan Kesanga Fest sebagai produk budaya kota, serta pembangunan patung ikon di Lapangan Puputan Badung dengan relief ogoh-ogoh. Ke depan, lomba ogoh-ogoh mini akan diperluas ke daerah lain seperti Tabanan dan Badung.

“Selain itu, teknis display Ogoh Ogoh di panggung utama dan promosi terus-menerus perlu diperkuat. Harapannya, kualitas Kesanga Fest 2026 akan meningkat,” tutup Arya Wibawa.

Kini, Kesanga Fest tidak sekadar ajang kreativitas, tetapi juga simbol semangat budaya dan identitas Denpasar sebagai kota seni yang terus berinovasi.