Akselerasi Penyaluran KUR di Bali Capai Rp 8,03 Triliun

Rakor Penyaluran KUR 2025
Sumber :
  • Bank Indonesia/VIVABali

Denpasar, VIVA Bali –Sebagai upaya akselerasi penyaluran KUR, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar Rapat Koordinasi  Penyaluran KUR Tahun 2025 wilayah kerja Jawa II, Bali, dan Nusa Tenggara yang digelar di Denpasar, Kamis, 6 November 2025.

img_title 1.000 UMKM di Bali Dapat KUR, Pemerintah Siapkan Layanan Digital “Sapa UMKM”

Penyaluran KUR di Bali hingga September 2025 mencapai Rp8,03 triliun. BPD Bali juga telah menyalurkan KUR 61% di sektor produksi, sesuai dengan target. 

"Penyaluran KUR kepada penerima perempuan juga mencapai 51,34%, menunjukkan diversifikasi pembiayaan dan dukungan penyaluran KUR yang inklusif," kata Wakil Menteri Kementrian UMKM Helvi Moraza, di Denpasar, Kamis, 6 November 2025.

img_title Juda Agung Masuk Bursa Calon Wakil Menteri Keuangan, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Meskipun KUR berperan cukup besar, akan tetapi UMKM masih menghadapi beberapa tantangan utama antara lain, Aspek Kapasitas dan Perilaku (Behavioral Readiness), Aspek Kelembagaan dan Akses Pembiayaan (Institutional Accessibility), serta Aspek Ekosistem dan Struktur Ekonomi Daerah (Ecosystem Sustainability). 

Tak hanya itu, sejumlah tantangan juga dihadapi oleh UMKM seperti,  kualitas debitur, literasi keuangan, serta digitalisasi UMKM yang terbatas. 

img_title Nenek Ditolak Bayar Tunai di Toko Roti, BI Sebut Tegaskan Toko Wajib Terima Uang Cash

Untuk itu, kata Wamen Helvi, terdapat beberapa aturan untuk mencapai kesuksesan KUR yakni, penyusunan aturan pelaksanaan KUR, pemanfaatan KUR dalam membaca potensi Daerah, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, akselerasi kesiapan dan kapasitas UMKM, legalitas dan regulasi akses UMKM.

"Kolaborasi riset dan inovasi (salah satunya Bank Indonesia yang bekerja sama dengan BRIN), penegasan komitmen dan prosedur KUR, keberlanjutan evaluasi dan inventarisasi tantangan dan kendala penyaluran KUR, serta monitoring capaian KUR," jelas Helvi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyambut baik inisiasi akseleratif Kementerian UMKM dalam mendorong realisasi capaian KUR Nasional melalui Rakor di Bali. 

Bali merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat yaitu 5,88% (yoy) pada triwulan III 2025, lebih tinggi dari Nasional (5,04%; yoy). 

"Driver utama pertumbuhan Bali adalah sektor pariwisata, dengan akmamin, perdagangan, dan transportasi, yang tetap tumbuh kuat," kata Erwin.

Erwin menambahkan, UMKM adalah penopang perekonomian Bali. Lebih dari 97% unit usaha di Bali merupakan UMKM, dan mayoritas adalah usaha mikro. Pembiayaan mikro di Bali juga menunjukkan perkembangan yang positif. Dominasi kredit mikro cukup besar yaitu 40,93% dari total kredit UMKM, dan 17,45% dari total kredit. 

Halaman Selanjutnya
img_title