Desa Jadi Basis Perdamaian, Lombok Utara Bangun Kesadaran Kerukunan dari Akar Rumput
- https://mataram.antaranews.com/berita/502665/lombok-utara-gelar-lokakarya-desa-sadar-kerukunan-perkuat-harmoni-warga
Lombok Utara, VIVA Bali –Dari kaki Gunung Rinjani, semangat menjaga kerukunan tumbuh menjadi gerakan bersama masyarakat Lombok Utara. Melalui lokakarya Desa Sadar Kerukunan, pemerintah daerah menggandeng warga lintas agama untuk memperkuat harmoni sosial dan nilai gotong royong yang telah lama menjadi jati diri daerah ini.
Dikutip dari mataram.antaranews.com, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Ia mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam membangun keharmonisan berbasis nilai-nilai lokal.
“Kerukunan adalah fondasi kehidupan bermasyarakat,” katanya, Kamis (6/11).
Najmul menegaskan, kedamaian dan kesejahteraan akan tercipta bila antarumat beragama saling menghormati. Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan merupakan kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Lombok Utara,” ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz juga mengapresiasi terjaganya kerukunan di Lombok Utara. Ia menyebut daerah yang baru berusia 17 tahun ini menunjukkan kemajuan luar biasa, baik dari sisi pembangunan fisik maupun sosial-keagamaan.
“Kabupaten Lombok Utara ini merupakan daerah termuda, baru 17 tahun, namun memiliki prestasi yang luar biasa. Pondok pesantren swasta memang tidak sebanyak kabupaten lain di Pulau Lombok, tetapi perhatian dan dukungan anggaran terus mengalir ke daerah ini,” katanya.
Zamroni menilai keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kuatnya semangat toleransi antarumat beragama. Melalui lokakarya ini, masyarakat diajak memperkuat nilai gotong royong dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai bagian dari budaya lokal.
Gerakan ini menjadi contoh bagaimana desa-desa di Lombok Utara tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga penjaga harmoni di tingkat akar rumput.