Prabowo Bangun Sekolah Super Terintegrasi di Setiap Kecamatan, Langkah Putus Kemiskinan Lewat Pendidikan
- Antara/Muhammad Adimaja
Jakarta , VIVA Bali – Presiden Prabowo menyiapkan sekolah super terintegrasi SD-SMK di tiap kecamatan, fokus vokasi dan kreativitas, sebagai strategi nyata memutus rantai kemiskinan anak muda Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto, mengumumkan strategi baru untuk memutus rantai kemiskinan nasional melalui jalur pendidikan.
Fokus utamanya adalah memperkuat pendidikan vokasi dan membangun sekolah super terintegrasi di setiap kecamatan.
Langkah ini dinilai akan mencetak generasi muda yang siap kerja, terampil, dan berdaya saing global.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ) Pratikno, sekolah terintegrasi ini akan memadukan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, hingga SMK dalam satu bidang pendidikan.
Fasilitas yang disiapkan meliputi laboratorium sains, bengkel vokasional, sarana seni, dan olah raga.
“Pak Presiden ingin sekolah ini tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan daya juang melalui seni dan olahraga,” ujar Pratikno. Kamis, 6 November 2025.
Prabowo menekankan bahwa pendidikan harus benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja, baik domestik maupun internasional.
“Pendidikan vokasional akan menjadi prioritas utama. Kita ingin mencocokkan antara supply pendidikan dan demand tenaga kerja, termasuk pekerja migran,” jelas Pratikno.
Selain itu, kurikulum vokasi akan diperkuat dengan kemampuan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya agar lulusan siap menghadapi persaingan global.
Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap anak dapat mengakses pendidikan berkualitas sesuai kapasitas ekonomi keluarganya, terutama anak dari desil 3, 4, 5, dan 6.
Tidak semua sekolah super terintegrasi dibangun dari nol.
Pemerintah akan mengubah sekolah yang sudah ada, meniru pola Sekolah Unggul Garuda , sehingga transformasi lebih efisien dan cepat.
“Di Sekolah Unggul Garuda, tidak semuanya baru. Demikian juga yang terintegrasi, sebagian besar akan memanfaatkan sekolah yang ada,” tambah Pratikno.
Dengan model ini, Prabowo berharap pendidikan nasional menjadi tulang punggung transformasi sosial-ekonomi Indonesia, sekaligus membuka peluang karir yang lebih luas bagi generasi muda.
Pemerintah menargetkan penerapan awal sekolah terintegrasi di seluruh kecamatan secara bertahap, dimulai dari daerah dengan akses pendidikan terbatas.
Konsep sekolah terintegrasi ini dipandang sebagai langkah strategi untuk memutus mata rantai kemiskinan.