Soeharto, Gus Dur dan Marsinah Disebut Layak Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon Bongkar Alasannya
- Foto/ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Jakarta, VIVA Bali –Fadli Zon menyebut Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kembali memanas.
Nama Presiden ke-2 RI Soeharto disebut memenuhi kriteria untuk dianugerahi gelar tersebut.
Figur Soeharto bersanding dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta aktivis buruh Marsinah, yang juga dinilai layak menerima penghargaan tertinggi dari negara.
Penegasan itu disampaikan Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Dilansir dari antaranews.com, pertemuan tersebut membahas perkembangan proses penetapan gelar Pahlawan Nasional yang rutin diumumkan menjelang 10 November.
Fadli memaparkan bahwa pengajuan calon Pahlawan Nasional tidak dilakukan secara instan.
“Pengusulan biasanya berawal dari masyarakat melalui pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota,” sebut Fadli Zon. Rabu, 5 November 2025.
Nama yang masuk kemudian ditelaah tim peneliti yang beranggotakan ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Seleksi berlanjut di tingkat provinsi, lalu naik ke meja Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial untuk penilaian lanjutan.
“Sesudah proses kajian di Kemensos, baru kemudian sampai ke Dewan GTK,” jelas Fadli.
Menurutnya, Dewan GTK sudah menerima dan menuntaskan seluruh kajian yang masuk tahun ini.
Dari hasil serangkaian rapat, verifikasi data, dan sidang panel, ada 49 nama dari berbagai penjuru Indonesia yang dianggap layak melaju ke tahap akhir.
“Jumlahnya 49, terdiri dari 40 nama baru yang dinyatakan memenuhi syarat dan sembilan nama carry over dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ini.
Fadli Zon menambahkan bahwa seluruh calon sudah melalui verifikasi yang ketat.
“Riwayat perjuangannya sudah diteliti dari berbagai sisi, akademik, ilmiah, dan historis. Jadi seluruh nama yang masuk sudah memenuhi syarat,” tegas Fadli.
Dari puluhan nama tersebut, Dewan GTK menetapkan 24 nama sebagai kandidat prioritas tahun ini.
Pertimbangan prioritas mencakup keterwakilan gender, sebaran daerah, dan kontribusi historis.
“Mengingat peringatan Hari Pahlawan sudah dekat, kami sampaikan ada 24 nama yang menjadi prioritas. Tapi tentu masih ada proses berikutnya sebelum diputuskan,” ujar Fadli Zon.