Eks Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara Kritis Usai Serangan Drone Ukraina

Eks Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara jadi tentara di Rusia
Sumber :
  • https://www.tiktok.com/@zstorm689?_t=ZS-8zDgIaWAwlE&_r=1

Jakarta, VIVA BaliEks Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara kritis setelah serangan drone dan mortir Ukraina, kepala penuh luka! Meski sakit parah, ia tetap titip pesan merdeka untuk rakyat Indonesia. 

PBNW Serukan Perdamaian, Ajak Seluruh Elemen Bangsa Kedepankan Dialog

Kabar yang bikin geger datang dari medan perang Rusia-Ukraina dimana Satria Arta Kumbara, mantan anggota Marinir TNI Angkatan Laut, dikabarkan mengalami luka parah akibat serangan drone kamikaze dan tembakan mortir pasukan Ukraina. 

Kepala dan tubuhnya penuh luka, membuat publik Indonesia prihatin dan ramai mendoakannya. 

Kolaborasi Desa, Ormas, dan Komunitas Hidupkan Kembali Taman Wisata Gunung Sasak

Informasi ini pertama kali disampaikan mantan anggota TNI AD, Ruslan Buton, melalui akun TikTok @ruslan_buton_75, yang ramai ditonton netizen, termasuk bali.viva.co.id.

“Saat ini yang bersangkutan sedang dievakuasi karena mendapat serangan drone Ukraina dengan tembakan mortir yang bertubi-tubi sehingga kepala dan tubuhnya penuh luka,” ujar Ruslan. Rabu, 27 Agustus 2025

Korps Alumni KAHMI NTB Angkat Suara, Tahan Diri, Jangan Terprovokasi

Setelah kabar terakhir itu, Satria tidak bisa lagi dihubungi, sehingga Ruslan meminta doa masyarakat Indonesia agar mantan marinir ini selamat dan dapat kembali ke tanah air.

Dalam video yang viral, kepala Satria dipenuhi perban, wajahnya penuh luka, namun ia sempat menyampaikan pesan singkat bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke 80

“Dirgahayu Republik Indonesia, mudah-mudahan rakyat semakin sejahtera, tercipta lapangan kerja yang banyak untuk kesejahteraan rakyat di tangan Pak Prabowo Subianto. Sekali merdeka tetap merdeka,” ucapnya dengan suara lemah tapi penuh semangat. 

Pesan tersebut memicu gelombang doa dari warganet yang tersentuh oleh keberanian Satria.

Kasus Satria Arta Kumbara sebelumnya memang sempat menjadi sorotan publik. 

Satria dikenal sebagai prajurit TNI AL dengan pangkat terakhir Sersan Dua (Serda) di Kesatuan Marinir Cilandak, yang pernah menjalani latihan militer hingga penugasan di berbagai operasi. 

Namun, statusnya berubah drastis setelah terbukti melakukan desersi pada 13 Juni 2022. 

Keputusan ini secara otomatis memutus ikatan resmi Satria dengan institusi TNI, menjadikannya warga sipil biasa yang kehilangan hak dan perlindungan sebagai anggota militer aktif.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa TNI tidak lagi memiliki kewajiban apapun terkait kondisi Satria. 

“Kan sudah purnawirawan, sudah keluar desersi, bukan bagian dari TNI lagi untuk mengawasinya. Kami tidak ada kepentingan lagi karena statusnya sudah dipecat, sudah kembali menjadi masyarakat sipil biasa. Jadi, TNI tidak bertanggung jawab lagi untuk itu,” ujarnya tegas.

Hingga saat ini, kondisi Satria Arta Kumbara masih dalam pemantauan pihak medis di garis pertahanan Rusia. 

Meski luka-luka yang dideritanya cukup parah, perhatian dan doa publik Indonesia terus mengalir, banyak yang berharap Satria bisa segera pulih, kembali ke Tanah Air, dan berkumpul kembali dengan keluarga.